SHARE THIS ARTICLE

1

Siapa yang tidak kenal Shinji Mikami? Benar sekali, beliau merupakan orang di balik kesuksesan serial video game Resident Evil dan juga The Evil Within yang akan rilis 14 Oktober mendatang. Anda juga pasti sudah mengenal Hideo Kojima, “anak emas” Konami yang telah melahirkan salah satu franchise video game terbaik yang pernah ada, Metal Gear. Kojima juga menyutradarai game Silent Hill yang masih dalam tahap pengembangan. Kira-kira apa yang terjadi jika kedua orang jenius tersebut duduk bersama dan berdiskusi?

Game horror saat ini lebih cenderung menambahkan elemen action ke dalamnya,” ujar Mikami dalam sebuah wawancara yang diadakan oleh Weekly Famitsu, di mana beliau dan Hideo Kojima diundang sebagai bintang tamu. “Saya berpikir bahwa saya ingin membuat sebuah game yang akan menonjolkan kengerian genre horror sekaligus sebagai kenikmatannya sebagai sebuah video game.”

Ditanya tentang pendapatnya mengenai The Evil Within, Kojima menjawab, “‘Survival Horror’ bisa dikatakan sebagai anak kandung Tn. Mikami, dan saya yakin The Evil Within akan menjadi sebuah pembuktiannya sebagai pelopor genre tersebut dalam hal konten dan penjualan.”

Dan menyangkut Silent Hill dan teaser-nya (demo-nya sempat dirilis di PSN dengan nama Playable Trailer), Kojima merasa bersemangat sekaligus gugup. “Sejujurnya, respon masyarakan terhadap Playable Trailer terlihat positif, dan saya sendiri sedang memikirkan apa yang harus saya lakukan untuk Silent Hill,”  ujar Kojima, dan langsung disambung oleh Mikami, “Menurut saya anda harus membuat Silent Hill sebagai lanjutan dari Playable Trailer. Saya betul-betul merasakan kengerian [dari demo tersebut].”

2

Kojima sendiri mengaku bahwa dia menghindari game horror karena sangat mudah merasa ketakutan, sementara Mikami tidak merasa takut sama sekali. “Mungkin saya sudah kebal,” ujar Mikami sambil tertawa.

Menyangkut selera pasar akan hal “menyeramkan” yang sering berubah, kedua developer ini memiliki pendapat yang sama. “Membuat orang lain marah, sedih, terutama takut tidak sulit. Bahkan lebih sulit membuat mereka tertawa daripada takut,” ujar Kojima. “Untuk Playable Trailer saya memutuskan untuk tidak menggunakan reruntuhan kuno sebagai ‘panggung’, melainkan lorong rumah yang terlihat biasa saja. Saya ingin orang-orang merasakan kengerian akibat tidak bisa lari dari dalam sebuah dunia di mana tidak adanya informasi yang muncul pada layar.”

Dengan spesifikasi hardware yang kita punya sekarang, sangat mungkin untuk menaruh semua informasi pada background, jadi para kreator memiliki kecenderungan untuk menciptakan ‘gap-phobia’, atau claustrophobia,” tambah Mikami. “Tetapi jika terlalu banyak informasi, meskipun atmosfernya sendiri sudah cukup mengerikan, anda akan bingung dan tidak tahu harus fokus ke mana. Sebuah kursi yang terdapat di tengah ruangan yang berwarna putih terkadang dapat terlihat menyeramkan.”

Ditanya mengenai kesan yang didapat saat keduanya bertemu, masing-masing menjawab. “[Tn. Kojima] adalah kreator game yang dapat mewakili Jepang di kancah internasional. Saya sangat mengaguminya,” ujar Mikami. Kojima sendiri memberikan pendapat yang tidak kalah menyanjung, “Kami berdua sama-sama orang tua yang lekas marah,” ujar Kojima sambil tertawa. “Tn. Mikami berjuang untuk membuat game yang ingin dia buat. Saya yakin dia adalah salah satu dari sedikit ‘real creator’ yang ada di Jepang.”

Keduanya mungkin orang tua cerewet, tapi mereka telah melahirkan game-game yang menakjubkan.

Source : kotaku.com
COMMENT