SHARE THIS ARTICLE

Sepeninggal Atsuko Maeda yang telah lulus dari AKB48 pada bulan Agustus lalu di Tokyo Dome, Takamina (Leader AKB48) dan member lainnya mengalami ‘team reshuffle’, hal ini menyebabkan jumlah anggota setiap tim yang tadinya maksimal 16 orang per tim menjadi 22 sampai 23 orang per tim. Dengan dibubarkannya Team 4, saat ini AKB48 kembali ke formasi 3 tim, yaitu Team A, K dan B. Team Reshuffle ini banyak mengubah susunan tim yang ada, ditambah lagi banyaknya kenkyuusei yang dipromosikan ke dalam setiap tim membuat persaingan setiap member dalam tim menjadi lebih ketat. Apalagi dengan beredarnya rumor bahwa akan diterapkan sistem ‘evaluasi’ dalam setiap ‘stage performance‘ yang dilakukan, membuat setiap member akan berusaha memberikan performa yang terbaik dalam setiap penampilannya agar mendapat hasil yang maksimal dalam evaluasi nanti.

Bicara soal performa, jika kita membahas member-member senior AKB48 (generasi single digit) sudah tidak diragukan lagi ‘stage performance’ nya, karena jam terbang mereka sudah jauh melebihi para juniornya (generasi double digit). Kali ini penulis akan mencoba menggali potensi yang dimiliki oleh para member junior di Team A. Saat ini Team A dipimpin oleh kapten Mariko Shinoda, dengan anggota 10 orang member senior, 10 orang member junior dan 1 orang member yang berasal dari NMB48. Dari sekian banyak member junior di Team A, penulis akan membahas lebih dalam tentang Iwata Karen, karena dia merupakan salah satu dari sekian banyak member junior yang berpotensi untuk menjadi generasi penerus AKB48.

Iwata Karen yang akrab dipanggil Karen atau Iwa-chan dilahirkan pada tanggal 13 Mei 1998 di Kota Sendai, Miyagi, Jepang. Karen mengikuti audisi kenkyuusei AKB48 ke-12 yang diadakan tahun 2011 lalu. Musibah gempa dan tsunami yang melanda daerah tempat dia tinggal, Miyagi, hampir membuatnya mengurungkan niatnya untuk menjadi member AKB48. Namun berkat semangat yang diberikan oleh ibunya, akhirnya Karen pun tetap melanjutkan ‘Final Audition’ dan dapat lolos menjadi kenkyuusei generasi 12 beserta ke 12 orang lainnya (saat ini tinggal 7 orang member generasi 12 yang masih aktif melakukan pertunjukan teater, 5 orang lainnya sudah ‘graduate’).

[Foto: Member Generasi 12 AKB48]

Atas: Hirata Rina, Tano Yuuka, Saeedyokota Erena(graduated), Omori Miyuu

Tengah: Sasaki Yukari, Suzuki Rika(graduated), Takahashi Juri

Bawah: Iwata Karen, Tomu Muto

 

Saat itu member generasi 12 yang hampir gagal untuk melanjutkan audisi kenkyuusei akibat bencana alam ada 2 orang, yaitu Karen dan Hirarii (Hirata Rina). Bahkan Hirarii sempat disuruh oleh orangtuanya agar kembali ke Amerika dan meninggalkan mimpinya untuk menjadi member AKB48 karena situasi Jepang saat itu sangat buruk akibat bencana alam. Hirarii adalah gadis Jepang keturunan Amerika yang lahir di Fukuoka, Jepang, namun sebelum menjadi kenkyuusei generasi 12, dia sempat tinggal dan sekolah di Amerika, karena itulah Hirarii merupakan salah satu member AKB48 yang paling fasih berbahasa inggris. Hirarii dan Karen merupakan sahabat dekat dari saat mereka menjadi kenkyuusei hingga pada saat ini.

Karen dipromosikan menjadi ‘full member‘ dan ditunjuk untuk bergabung dengan Team 4 pada saat hari ke-2 konser AKB48 di Saitama Super Arena pada awal tahun 2012 lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Karen memiliki kompetensi yang lebih daripada para kenkyuusei lainnya. Dia bisa dibilang merupakan member yang ‘underrated‘ di kalangan fans jika dibandingkan dengan member junior lainnya yang akhir-akhir ini mendapatkan berbagai dorongan promosi dari manajemen. Namun jika kita pernah/sering melihat Live On Demand (LOD) dari pertunjukan teater yang dilakukan oleh Team 4, atau bahkan LOD pada saat Karen masih menjadi kenkyuusei dan ikut serta dalam pertunjukkan teater sebagai ‘understudies’, maka akan terlihat bahwa effort yang diberikannya selalu yang terbaik. Kemampuan dance dan vocal nya sudah tidak diragukan lagi (hal ini sudah diakui oleh banyak member AKB48). Karen merupakan satu-satunya member junior AKB48 yang memiliki lagu solo, yaitu Hana wa Saku (meski lagu ini bukan lagu single AKB48). Lagu tersebut cukup menggambarkan kualitas vocal Karen yang bisa dibilang sangat bagus jika dibandingkan dengan member lainnya. Dia termasuk dalam ‘Senbatsu Seiyuu dari film animasi AKB0048, lalu pada sub-unit NO NAME, dia mendapat posisi double center bersama Mayuyu.

Tak hanya dalam menari dan menyanyi, skill MC dan ‘variety show’ nya pun patut diacungi jempol. Hal tersebut dapat dilihat pada beberapa ‘variety show’, yaitu Nemousu TV AKB48 Season 10 dan Ariyoshi Kyowakyoku, disana para member junior diberi tantangan di setiap episode nya dan jika kita diperhatikan, Karen selalu tampil ‘all-out’ dengan segala tingkahnya yang kocak dan mengagumkan. Kelakuan-kelakuan konyol yang sering dia lakukan juga menunjukkan bahwa meskipun dia memiliki kompetensi sebagai seorang professional idol tapi sebagai seorang remaja 14 tahun, dia masih sangat polos.

Takamina pernah berbicara dalam suatu acara talkshow di radio ANN, bahwa ada beberapa member yang dia rasa akan sukses di masa depan dan dapat menjadi penerus AKB48. Member-member tersebut adalah Yamamoto Sayaka dari NMB48, Yokoyama Yui dan Iwata Karen. Bahkan Takamina menjelaskan bahwa Karen merupakan salah satu member junior yang akan berkembang dengan pesat serta memiliki jiwa dan kompetensi yang sekaliber dengan dirinya untuk menjadi penerus AKB48 di masa depan.

source: stage48, akb48wrapup, iwata karen’s G+, hirata rina’s G+

COMMENT