Asian Kung-Fu Generation tentunya bukan band yang asing lagi di telinga kalian, terutama untuk kalian generasi 2000-an yang tumbuh bersama beragam pop kultur asal Jepang.
Tahun ini merupakan tahun yang spesial untuk Asian Kung-Fu Generation karena di tahun ini mereka genap mencapai 30 tahun berkarir di dunia musik.
Di Kesempatan kali ini Tim Japanese Station mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang bersama Asian Kung-Fu Generation mengenai perjalanan karir mereka serta persiapan menuju “30TH ANNIVERSARY SPECIAL CONCERT LIVE IN JAKARTA".
Terima kasih sudah datang kembali ke Indonesia! 30 tahun berkarir tentu bukan hal yang mudah. Apakah kalian masih ingat awal perjalanan karir kalian? sempat terpikirkah kalian bisa sampai sejauh ini?
Masafumi Gotoh : “Ah, akhirnya semuanya mulai terbentuk ya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saat kami membuat ‘Haruka Kanata’, mungkin itu merupakan akhir masa indie kami. Saat itu kami akhirnya mulai bisa menyanyikan lagu dengan lebih baik, dan juga sudah bisa membuat lagu yang bagus.
Rasanya saat itu kami berempat akhirnya siap untuk membawa musik kami ke tempat yang lebih luas. Mungkin itu sekitar tahun 2002.”
Kami di Indonesia tumbuh bersama anime Jepang, salah satunya Naruto. Lagu kalian, Haruka Kanata juga menjadi lagu Jepang yang sangat familiar di sini. Apakah kalian setuju dengan isu tentang "Musik Jepang itu bisa populer berkat anime, terlebih untuk audience global?
Masafumi Gotoh : “Ya, kalau dipikir-pikir, kalau kita mundur 30 tahun ke belakang, rasanya budaya anime Jepang dan musik rock yang kami mainkan itu belum terlalu dekat hubungannya.
Tapi entah sejak kapan, keduanya jadi seperti pasangan yang hebat untuk bisa melangkah ke dunia internasional. Semacam kombinasi yang bagus, saling memberi pengaruh positif satu sama lain, begitulah yang saya rasakan.
Terutama, komik Jepang dan anime benar-benar luar biasa dan punya sejarah panjang. Sebagai orang Jepang, kami juga merasa anime adalah budaya yang sangat membanggakan. Hanya saja, kalau melihat 30 tahun yang lalu, animasi itu bisa dibilang masih bagian dari budaya ‘geek’ atau otaku.
Tapi sekarang, fakta bahwa anime dianggap keren di seluruh dunia itu menurut saya hal yang sangat luar biasa. Dan bagi kami, bisa ikut terlibat dalam karya-karya seperti itu adalah sesuatu yang membuat kami sangat senang.”
Dalam 30 tahun ini tentu terdapat banyak perbedaan di industri musik. Apa perbedaan yang paling dirasakan Asian Kung-Fu Generation di generasi media sosial di mana kini semua orang bisa lebih mudah menjadi seorang musisi?
Masafumi Gotoh : “Kalau soal itu, saya merasa sebenarnya tidak ada banyak perbedaan. Mungkin karena sekarang ada media sosial di depan kita, atau karena perkembangan teknologi, tapi menurut saya cara musik didengar itu selalu berjalan seiring dengan perkembangan tersebut.
Sekarang, di depan generasi muda ada TikTok, YouTube, dan berbagai layanan lainnya, jadi musik didengar dengan cara seperti itu. Dan menurut saya, bukan hanya musik, berbagai budaya lain juga berkembang dengan cara yang sama.
Jadi, saya tidak punya pendapat khusus soal perbedaan itu. Tapi, di zaman apa pun, ada satu hal, kita tidak akan tahu apakah sebuah karya benar-benar bernilai sampai waktu berlalu.
Sekarang ini, kita hidup di era di mana topik bisa berubah setiap minggu, bahkan setiap hari. Namun, musik dari para musisi hebat di masa lalu tetap memiliki nilai sampai sekarang. Itu karena hanya karya yang benar-benar bagus yang mampu bertahan melewati waktu 30 tahun, 50 tahun, dan akan terus diwariskan bahkan sampai 100 tahun ke depan.
Jadi meskipun teknologi berubah dan apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan juga berubah, sifat dari seni itu sendiri tidak berubah, yaitu harus mampu bertahan untuk jangka waktu panjang.
Karena itu, menurut saya, apa yang kami lakukan sekarang sebenarnya tidak banyak berubah.”
Apa pesan kalian untuk para penggemar di Indonesia? Terutama untuk konser “30TH ANNIVERSARY SPECIAL CONCERT ‘LIVE IN JAKARTA’”?
Kiyoshi Ijichi : "Ya, terima kasih selalu kepada kalian semua!
Bagi kami, bisa kembali ke tempat yang sama berkali-kali adalah sesuatu yang benar-benar membahagiakan. Dan rasanya seperti bisa kembali lagi ke Jakarta itu membuat kami sangat senang."
Sekali lagi, selamat untuk Asian Kung-Fu Generation atas karyanya selama 30 tahun ini dan terima kasih sudah mengisi banyak memori kami dengan musik kalian!