Share on

Masih ingat dengan artikel tentang black market dalam Animal Crossing? Nah, kini ada kabar terbaru. Pihak Nintendo sudah menyadari adanya player yang membeli dan menjual berbagai item dan villager dan siap menghukum mereka yang masih melakukan bisnis haram dalam game ini.

Setiap player Animal Crossing: New Horizons tentunya sangat ingin membuat pulau mereka “ideal.” Karena itu, ada sebagian player yang membiarkan semua villager tinggal di pulau mereka, sementara sebagian lagi hanya ingin villager tertentu yang menempati pulau mereka. Padahal, sebenarnya villager di Animal Crossing itu murah dan bisa kamu dapatkan dengan usaha yang cukup. Namun tetep saja banyak player yang rela menghabiskan uangnya hanya demi mengundang binatang favoritnya ke pulau mereka.

Animal Crossing black market japanesestation.com
Black market di Animal Crossing (digitaltrends.com)

Ya, beberapa player memang sedikit tidak sabar dan tidak mau susah. Terkadang, mereka yang rela membuang uangnya ini ingin merekrut villager favoritnya tanpa mau berusaha sama sekali atau tidak mau mebuang waktunya. Karena itu, banyak situs yang dibuat khusus untuk membeli dan menjual para villager. Situs-situs ini tersedia dalam beberapa metode pembayaran, seperti Nook Miles, bell, dan uang asli.

Karena ada beberapa karakter populer yang banyak dicari, situs-situs yang disebut sebagai “Black Market” oleh para fans ini ikut populer. Sayangnya, Nintendo mulai mencium aktivitas situs-situs black market yang menjual villager Animal Crossing ini, dan sepertinya tidak lama lagi, Nintendo akan membuat popularitas situs-situs ini jatuh.

Animal Crossing Black Market japanesestation.com
Dom, salah satu villager yang dijual di black market Animal Crossing (sweetyhigh.com)

Sebuah situs berita Jepang bernama J-Cast dilaporkan telah menghubungi Nintendo terkait situs-situs ini dan perusahaan game besar tersebut menanggapinya dengan mengatakan bahwa black market villager Animal Crossing itu melanggar peraturan yang ditetapkan oleh Nintendo. Dalam situs-situs tersebut, villager populer Animal Crossing seperti Raymond dapat ditukar dengan uang, dan J-Cast menunjukkan pada Nintendo contoh penjualan haram tersebut dengan Dom, villager domba yang dijual dengan harga sekitar  4900 yen (647.000 rupiah).

Juru bicara Nintendo juga mengatakan jika para pemain bandel tersebut terus melakukan kegiatan jual beli yang melibatkan uang asli sebagai alat tukarnya, mereka akan diberi hukuman. J-Cast juga mengatakan bahwa Nintendo mungkin akan bertindak dengan mencari player yang menjual Dom di Jepang, tapi perusahaan game besar itu tidak berkomentar apakah akan melakukan hal yang sama di luar Jepang ataukah tidak.

 Nintendo sendiri belum merilis pernyataan resmi terkait tindakan apa yang akan diambil untuk menghadapi black market Animal Crossing.