Centimillimental kembali menyapa penggemarnya di Indonesia melalui konser CENTIMILLIMENTAL WORLD TOUR 2026 "CAFUNE" di gelar di Bengkel Space, SCBD, Jakarta, pada Sabtu (18/7). Konser kali ini menandai konser solo kedua Centimillimental di Jakarta.
Antusiasme penggemar yang tinggi terlihat dari ramainya pengunjung yang telah datang memenuhi Bengkel Space sejak sebelum konser dimulai. Banyak penggemar yang datang menggunakan merchandise resmi dari konser Cafuné ataupun mengenakan pernak-pernik atribut yang identik dengan karya-karya Centimillimental.
Atsushi, sosok dibalik proyek solo Centimillimental ini membuka penampilannya dengan membawakan sejumlah lagu dengan memadukan permainan pinao, aransemen rock, dan warna vokal yang sangat emosiaonal. Sepanjang konser dia membawakan sederetan lagu-lagu dari album terbarunya Cafuné hingga karya hits yang lebih dulu dikenal penggemar melalui anime Given.
Beberapa lagu seperti "Kizuato", "Bokura dake no Shudaika", dan "Fuyu no Hanashi" menjadi momen yang paling mendapat antusiasme dari penonton. Hampir seluruh isi venue ikut bernyanyi bersama, sementara sorakan dan tepuk tangan terdengar setiap kali lagu memasuki bagian refrain.
Meski terkendala perbedaan bahasa, interaksi antara Centimillimental dan penonton tetap terjalin hangat. Atsushi beberapa kali menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diterimanya di Jakarta. Ia juga mengaku senang dapat kembali tampil di Indonesia setelah melihat antusiasme yang tidak surut dari para penggemarnya.
Salah satu kejutan yang sangat menyita perhatian para penonton adalah ketika musisi Indonesia Arash Buana naik ke atas panggung sebagai tamu spesial. Keduanya membawakan lagu kolaborasi mereka berdua secara langsung dan mendapatkan sambutan yang sangat meriah. Penampilan ini pun menjadi debut untuk lagu kolaborasi mereka sebelum dirilis. Kolaborasi mereka juga memperlihatkan perpaduan karakter vokal keduanya yang saling melengkapi.
Di luar setlist utama, penonton beberapa kali memberikan respons spontan dengan ikut bernyanyi bahkan setelah lagu berakhir. Momen-momen tersebut memperlihatkan kuatnya hubungan antara karya Centimillimental dan para pendengarnya, terutama mereka yang mengenal musiknya melalui serial Given maupun karya-karya orisinal lainnya.
Dengan durasi pertunjukan yang berlangsung lebih dari dua jam, Centimillimental menutup malam melalui encore yang kembali mengundang sorak sorai dari seluruh penonton. Tanpa produksi yang berlebihan, konser Cafuné menunjukkan bahwa kekuatan utama Centimillimental tetap terletak pada komposisi lagu, aransemen yang emosional, serta kemampuannya membangun kedekatan dengan penonton melalui musik.
Bagi para penggemar yang memenuhi Bengkel Space malam itu, konser tersebut bukan sekadar kesempatan untuk menyaksikan penampilan langsung sang musisi, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menghidupkan lagu-lagu yang selama ini menemani mereka dalam berbagai fase kehidupan.
Ditulis Oleh: Aulia Rizal