Berita Jepang | Japanesestation.com

Seperti yang kita ketahui, pandemi yang sampai detik ini masih melanda dunia memiliki dampak yang sangat besar, tak terkecuali pada sektor hiburan. Khususnya di Jepang sendiri, AKB48 sebagai salah satu grup wanita populer mengalami dampak yang signifikan. Beberapa orang bahkan mempertanyakan apakah grup ini dapat bertahan di tengah pandemi yang saat ini melanda.

AKB48 sendiri merupakan grup wanita terpopuler asal Jepang yang memulai debutnya pada tahun 2005. Grup wanita besutan Yasushi Akimoto ini mulai menjadi hit besar hingga saat ini setelah mereka merubah konsep hiburan dengan menambahkan “acara jabat tangan” yang bertujuan untuk dapat memperdekat jarak antara member dengan para penggemar.

Penggemar AKB48 dapat mengikuti acara jabat tangan dari grup tersebut apabila mereka memiliki tiket dari acara tersebut. Tiket itu sendiri dapat diperoleh dengan cara membeli merchandise seperti limited edition CD, photobook, dan lain sebagainya.

Huawei MatePad Pro

Lalu kira-kira dengan kondisi saat ini, apakah acara tersebut masih dapat dilakukan?

Ya, tentu saja tidak. Acara jabat tangan yang biasanya rutin diadakan diakui sulit untuk terlaksana karena melibatkan kontak fisik. Tidak hanya acara jabat tangan saja yang sulit dilakukan, manajemen AKB48 bahkan harus merelakan beberapa kursi pengunjung agar konser AKB48 masih memungkinkan untuk dilakukan.

Pada tahun 2020, AKB48 yang sebelumnya selalu memiliki beberapa jadwal perilisan CD bahkan mengumumkan hanya merilis satu single lagu berjudul “Shitsuren, Arigatou” yang telah rilis pada 18 Maret 2020 lalu.

Penundaan perilisan beberapa single lagu diakui dilakukan dengan pertimbangan penjualan CD yang ditakutkan menurun dibandingkan penjualan sebelum pandemi melanda. Mengingat masyarakat saat ini lebih memfokuskan pengeluaran mereka pada pemenuhan kebutuhan pokok.

Selain itu, pertimbangan penundaan juga dilakukan karena tidak adanya acara jabat tangan yang dilakukan. Acara jabat tangan sendiri diakui sebagai salah satu faktor pendorong utama di balik larisnya penjualan CD AKB48.

Para penggemar yang mulai geram dan menantikan aktivitas AKB48 berspekulasi, bahwa manajemen AKB48 sengaja menunda perilisan CD dikarenakan takut dengan rekor penjualan CD dan brand image dari AKB48 yang kemungkinan akan rusak apabila perilisan tetap dilakukan sesuai jadwal awal.

Mengingat AKB48 merupakan grup wanita yang selalu berhasil meraih penjualan sebesar lebih dari 1 juta kopi pada setiap karyanya (total 39 karya). Rekor penjualan ini mulai dari single lagu mereka yang berjudul “Sakura no Ki ni Narou” (2011) hingga “Shitsuren, Arigatou” (2020).

Akibat menurunnya jumlah perilisan single lagu tersebut, AKB48 tahun ini kehilangan momentumnya untuk tampil di program musik dan mempromosikan single lagu mereka. Hal ini tidak lain karena tidak adanya lagu yang bisa dipromosikan. AKB48 bahkan juga kehilangan kesempatan untuk tampil di acara tahunan NHK untuk merayakan tahun baru 2021, “Kouhaku Uta Gassen”, setelah selama 11 tahun berturut-turut selalu berpartisipasi.

Lalu, kira-kira bagaimana keberlangsungan eksistensi AKB48 di dunia hiburan nantinya? Mari kita berharap kabar terbaik dari grup ini, ya!