SHARE THIS ARTICLE

daging-Wagyu-asal-jepangTahun 2001 ekspor daging sapi Jepang ke Indonesia dihentikan karena Food & Mouth Disease. Mulai Tahun 2004 pemerintah Jepang kembali negosiasi untuk pembukaan ekspor daging sapi ke Indonesia. Setelah dinyatakan bebas dari Food & Mouth Disease pada Bulan Mei 2013, Jepang kembali bisa kirim kembali daging sapi kwalitas premium ke Indonesia, yang dikenal sebagai Wagyu.

Wagyu Jepang dikenal dengan kaya dengan rasa dan tekstur daging yang sangat lembut. Daging kwalitas premium ini didapatkan dari proses tumbuh kembang sapi di lingkungan yang bersih, digembala di alam bebas dan pemberian pakan yang ditambah dengan vitamin serta minum dengan air mineral. Bahkan ketika akan disembelih sapi ini dibuat rileks terlebih dahulu dengan dipijat untuk menghilangkan ketegangan pada otot-ototnya. Sehingga membuat dagingnya begitu lembut.

Setelah menunggu lebih dari 13 tahun, Wagyu Jepang kembali memasuki pasar Indonesia setelah diberikan izin oleh pemerintah Indonesia pada bulan November 2014. Pada hari Selasa (20/10) bertempat di Intercontinental Jakarta Hotel, Japan External Trade Organization (JETRO) mengundang pemilik dan koki dari beberapa restoran terkenal di Indonesia untuk menjelaskan keunggulan dari produk Wagyu Jepang.

Jepang telah mencapai persyaratan untuk mengekspor daging ke Indonesia;

1. Negara ini harus bebas dari Food & Mouth Disease,
2. Ternak telah dilahirkan dan dibesarkan di Jepang.
3. Ternak harus disembelih di rumah potong hewan yang diawasi dan diberi izin oleh Departemen Kesehatan Indonesia untuk keamanan pangan dan Majlis Ulama Indonesia untuk cara Halal penyembelihan dan distribusi produk. Hanya satu Rumah Potong Hewan yang memenuhi persyaratan di atas yaitu Zenkai Meat.

Pada Tahun 2013, konsumsi daging sapi di Indonesia mencapai 600.000 ton, baik itu daging lokal dan impor. Pada Tahun 2015 diharapkan sebanyak 640.000 ton yang akan di serap oleh pasa Indonesia. Indonesia merupakan pasar potensial untuk daging premium Jepang, Wagyu. Jepang siap untuk memenuhi permintaan Indonesia,” tambah Kenichi Tomiyoshi.

Source : suarajakarta.co
COMMENT