Share on

Budaya yang berbeda memiliki bahasa yang berbeda, begitu juga dengan komunikasi non-verbal yang berbeda antar negara. Hal tersebut menjadi sebuah topik kuliah umum di Tokyo Women’s Christian University, yang diberikan oleh profesor psikologi Akihiro Tanaka.

Advertise With Us

Dalam kuliah tersebut, profesor Tanaka menjelaskan bahwa"Ekspresi wajah orang Jepang berasal dari mata mereka, dan ekspresi wajah orang-orang Barat berasal dari mulut mereka," seperti yang terlihat dalam foto yang diunggah oleh pengguna Twitter Jepang @mnishi41.

Tepat di bawah pernyataan Tanaka, ada deretan emoticon Jepang yang umum yang mewakili berbagai macam emosi, dan tentu saja, semuanya memiliki simbol yang sama untuk mulut. Untuk emoticon ala barat, dapat dilihat bahwa perubahan terjadi pada simbol mulutnya, sedangkan matanya hanya digambarkan dengan dua titik. Selain emoticon, slide itu memiliki sekelompok foto orang Jepang yang memakai masker wajah, dan di sampingnya ada foto wanita Barat yang semuanya mengenakan kacamata hitam.

Tweet itu dengan cepat mengumpulkan lebih dari 155.000 retweet dan 426.000 like. Banyak netizen yang berkomentar mengenai kacamata hitam atau masker, dan tidak terlalu membahas mengenai masalah psikologi tersebut.

Berikut beberapa komentar untuk tweet @mnishi41 tersebut:

"Saya tidak begitu yakin mengenai logika untuk masker / sunglass." "Saya pikir orang Barat lebih cenderung memakai kacamata hitam karena mereka memiliki iris lebih terang dan lebih sensitif terhadap cahaya terang." “Bukankah hanya orang Jepang yang menganggap kacamata hitam itu menakutkan, dan orang Barat berpikir masker itu menakutkan?”
Profesor Psikologi Mengatakan Ekspresi Orang Jepang Berasal dari Mata Mereka, Sementara Orang Barat , Dari Mulut
(image: Livedoor)

Namun, Tanaka memunculkan poin yang menarik ketika dia menunjukkan bahwa emoticon Jepang hampir selalu mencoba untuk mengungkapkan ekspresi dengan mata, sedangkan emoticon Barat cenderung menyukai rekonfigurasi mulut. Salah satu komentar mengatakan bahwa mungkin hal tersebut berkaitan dengan karakter dalam anime, bentuk seni kontemporer Jepang yang paling populer, memiliki mata yang lebih besar dan lebih ekspresif daripada kartun Barat.

Namun kita juga mengetahui bahwa orang Jepang seringkali tidak mengungkapkan perasaannya secara gamblang. Mereka sangat sulit untuk menolak atau mengatakan tidak suka kepada suatu hal. Hal tersebut dapat dilihat melalui mata, dimana terdapat istilah mata adalah jendela hati. Berbeda dengan orang Barat yang dengan mudah mengekspresikan perasaannya.

(featured image: UUUM)