Berita Jepang | Japanesestation.com

Ketika kamu berkencan dengan seorang wanita Jepang, ada banyak rintangan budaya yang harus diatasi. Namun terlepas dari hal itu, kamu mungkin memutuskan untuk menjadikan hubungan tersebut permanen. Melontarkan lamaran saja memang bisa membuat stres, tetapi ketika kamu melamar di Jepang, ada juga budaya Jepang yang perlu dipertimbangkan.

Meskipun kamu yakin pujaan hatimu tidak akan menjawab "tidak" hanya karena kamu tidak mengikuti budaya mereka, kamu pasti tetap menginginkan lamaran yang cocok dengan bahasa Jepang. Apakah ada cara yang "benar" untuk melamar seorang wanita Jepang? Dan apa yang terjadi setelah itu?

Lamaran Tradisional Jepang

Sup miso
Sup miso (tofugu.com)

Sebenarnya, karena kekasih kamu tahu bahwa kamu bukan orang Jepang, dia mungkin tidak akan mengharapkan lamaran tradisional Jepang. Kemungkinan besar, dia bahkan tidak akan menyukainya. Lamaran gaya lama Jepang sangat tidak langsung, dan wanita Jepang modern mungkin hanya akan tertawa jika kamu menanyakan hal seperti: "maukah kamu membuat sup miso untukku setiap hari?"

Bagi orang non-Jepang, ini mungkin terdengar lebih seperti kamu menginginkan koki pribadi daripada seorang istri. Tetapi, bagi orang Jepang dulu, yang menghargai ketidaklangsungan dalam berbicara, itu adalah cara yang sangat cerdas untuk melontarkan lamaran. Cara lain yang terkenal samar-samar menyatakan cinta abadi: "Apakah kamu ingin berbaring di kuburan yang sama denganku?"

Implikasinya adalah bahwa abu jenazah nantinya akan ditempatkan di petak kuburan keluarganya, menyiratkan pernikahan. Namun saat ini, akan menjadi aneh dan suram untuk mengasosiasikan kematian dengan lamaran pernikahan.

Lamaran Modern Jepang

Melamar kekasih
Ilustrasi melamar kekasih (freepik.com)

Sementara beberapa pria masih bisa lolos dengan lamaran "lembut", wanita-wanita Jepang modern mengharapkan sesuatu yang lebih “langsung”. Saat ini, pria Jepang sering melamar dengan gaya megah di festival kembang api, dengan melontarkan lamaran di tengah pertunjukan yang dipersembahkan untuk kekasih mereka.

Tidak ada aturan lagi. Jadi, ketika akan melamar kekasih Jepang kamu, lakukan saja sesuka kamu.

Haruskah Meminta Izin Orangtuanya?

Danbo
Danbo (tofugu.com)

Tentu saja kamu harus mendapatkan izin orang tuanya sebelum menikahi putri mereka. Banyak ayah Jepang yang akan merasa terhina jika kamu tidak melakukannya. Karena kamu tidak pernah hanya menikahi gadis itu, tetapi keluarganya juga. Meminta izin adalah cara terbaik untuk memulai pernikahan dengan benar.

Kamu seharusnya sudah berkenalan dengan orang tuanya jauh sebelumnya. Bayangkan saja jika saat kamu melamar dalah percakapan pertaman kamu dengan mereka, dan bahasa Jepang kamu tidak begitu lancar. Akan secanggung apa jadinya?

Kasih Sayang Orangtua

Pesawat
Pesawat (tofugu.com)

Satu-satunya masalah yang mungkin kamu hadapi ketika meminta izin orang tua adalah kendala bahasa. Kamu sebaiknya mempersiapkan apa yang harus kamu katakan dalam bahasa Jepang. Apapun yang kamu katakan, satu-satunya hal yang benar-benar ada di pikiran mereka adalah jika kamu adalah perampok berkuda yang datang untuk menculik putri mereka ke negeri asing.

Mereka ingin tahu di mana kamu ingin tinggal? Apakah mereka akan bisa melihat cucu mereka? Dengan menjawab "ya", apakah berarti mereka harus mengucapkan "selamat tinggal" kepada putri mereka? Itulah yang mereka pedulikan. Jawaban terbaik adalah jujur.

Upacara Pertunangan Jepang

Upacara pertunangan
Ilustrasi upacara pertunangan (freepik.com)

Dalam keluarga tradisional, pertunangan tidak hanya diselesaikan sampai upacara pertunangan, yang disebut yuinou (結納). Setiap orang Jepang memiliki upacara pertunangan, meskipun usia dan status sosial menentukan detailnya. Orang Jepang yang lebih muda dan kelas menengah hanya mengadakan upacara informal yang setara dengan makan malam antar keluarga. Pasangan yang lebih kaya menggelarnya dengan gaya tradisional, yang biayanya mencapai jutaan yen.

Hanya setelah cincin dipasangkan di kedua jari pasangan, upacara pertunangan tradisional selesai dan pertunangan menjadi resmi. Karena harganya sangat mahal, upacara pertunangan Jepang saat ini biasanya hanya memperkenalkan keluarga satu sama lain. Makan malam disajikan dengan cukup baik, tanpa ada uang atau hadiah yang berpindah tangan.

Orang non-Jepang kemungkinan besar bahkan tidak akan diminta untuk mengadakan upacara pertunangan. Karena keluarga non-Jepang mungkin tinggal di luar Jepang, mengatur pertemuan hampir tidak mungkin, belum lagi keterbatasan komunikasi juga akan menimbulkan masalah serius. Namun, jika kamu ingin mengesankan calon mertua, mengikuti beberapa tradisi upacara pertunangan akan menunjukkan kepada mereka bahwa kamu menghargai budaya Jepang, dan itu bagus.

Hanya Permulaan

Pernikahan
Pernikahan (tofugu.com)

Selain upacara pertunangannya, bertunangan dengan seorang wanita Jepang tidak jauh berbeda dari negara lain. Bahkan kendala bahasa antara orang non-Jepang dan orang tua pasangan tidak akan menimbulkan banyak masalah. Para orang tua bisa mengenali seorang pria yang baik ketika mereka melihatnya. Jika putri mereka sedang jatuh cinta dan kamu tampak seperti pria yang baik, itu biasanya sudah cukup. Yang benar-benar perlu kamu khawatirkan adalah apa yang akan terjadi selanjutnya. Lamaran dan pertunangan hanyalah permulaan, kamu akan menikah dan bagian tersulitnya akan dimulai dari sekarang.