SHARE THIS ARTICLE
Sumber gambar: choodoris.blogspot.com
Sumber gambar: choodoris.blogspot.com

Asam lemak omega 3 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Banyak terdapat pada ikan salmon, tuna dan makarel. Namun, sebuah penelitian di Jepang menemukan kandungan omega 3 tertinggi justru ada pada ikan bawal Jepang.

Bawal Jepang disebut juga dengan ikan Marukoban atau Shimaaji. Bentuknya hampir sama dengan ikan bawal umumnya, bedanya daging bawal Jepang lebih tebal dan berwarna putih. Ikan berbobot 600-800 gram ini berdaging lembut dan bertekstur halus. Pada siripnya terdapat corak berwarna kuning.

Benih ikan bawal Jepang banyak terdapat di Jepang dan Taiwan. Meskipun begitu saat ini budidaya ikan bawal Jepang sudah ada di Indonesia tepatnya di perairan Kepulauan Seribu. Lokasi tersebut dipilih karena suhu perairannya cocok untuk habitat Marukoban, yaitu sekitar 28-30 derajat celsius.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Japan Food Research Laboratories, kandungan omega 3 pada ikan bawal Jepang adalah yang tertinggi. Dalam 100 gramnya mengandung sekitar 2.56 g asam lemak omega 3 dalam bentuk DHA dan EPA. Jika dibandingkan dengan ikan salmon yang hanya mengandung 2 g omega 3 per 100 g, tentulah ikan bawal Jepang yang memiliki asam lemak omega 3 tertinggi.

Asam lemak omega 3 diketahui dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dr. Rajiv Chowdhury dari India pun menganjurkan untuk mengonsumsi ikan dua hingga empat porsi sehari agar terhindar dari risiko stroke. Ikan yang mengandung omega 3 juga baik dikosumsi oleh wanita hamil dan anak-anak, karena dapat membantu proses pembentukan otak anak.

Source : portalkesehatan.com
COMMENT