SHARE THIS ARTICLE

Kepolisian Jepang, Rabu (19/11/2014), menahan seorang perempuan berusia 67 tahun yang diduga membunuh suaminya dengan menggunakan racun sianida.

Ternyata, perempuan ini juga membunuh enam orang mantan suami atau kekasihnya dengan cara yang sama dalam kasus “janda hitam” terbaru di Jepang.

Selama dua dekade terakhir, Chisako Kakehi mengumpulkan kekayaan dengan total mencapai 6,8 juta dollar AS atau hampir Rp 83 miliar berupa uang asuransi dan aset lainnya dari ketujuh pria korbannya. Demikian dikabarkan Jiji Press.

Suami keempat Chisako, Isao Kakehi, jatuh sakit secara tiba-tiba dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada Desember tahun lalu. Isao meninggal dunia kurang dari dua bulan setelah menikahi Chisako.

Hasil otopsi menunjukkan kandungan sianida yang sangat tinggi di dalam tubuh Isao. Kematian Isao itu hanya berselang tiga bulan setelah kekasih Chisako, yang berusia 75 tahun, jatuh sakit dan meninggal dunia secara tiba-tiba setelah keduanya makan malam bersama.

Pada 2006, suami kedua Chisako, yang dikenalnya lewat sebuah biro jodoh, meninggal dunia karena menderita stroke dalam usia 69 tahun, sedangkan pernikahan ketiga berakhir setelah suami Chisako yang berusia 75 tahun meninggal dunia.

Seorang kekasih Chisako, yang diyakini menderita kanker, meninggal dunia setahun kemudian. Lalu, pada 2012, tunangan Chisako juga meninggal dunia akibat jatuh dari sepeda motor. Sejumlah laporan media menyebut kandungan sianida dalam kadar mematikan juga ditemukan di tubuh tunangan Chisako itu.

Polisi Kyoto akhirnya menangkap Chisako karena diduga membunuh suami ketujuhnya. Perempuan itu membantah terkait dengan kematian sang suami. “Kami duga dia membunuh suaminya demi harta,” kata seorang penyidik tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Polisi kini tengah menyelidiki teori bahwa Chisako kemungkinan besar mendalangi kematian enam suaminya yang lain.

“Kami belum bisa menyebutkan berapa suami yang dia bunuh. Soal fakta usia mereka yang sudah lanjut, kami harus menyelidiki kasus ini secara berhati-hati untuk menentukan apakah enam pria itu tewas dibunuh atau tidak,” tambah penyidik itu.

Jika Chisako terbukti terlibat dalam pembunuhan para suaminya itu, perempuan ini akan menjadi contoh terakhir kasus “janda hitam” di Jepang. Dalam dunia serangga terdapat jenis laba-laba yang sang betinanya selalu membunuh pasangannya setelah mereka bercinta.

Kasus serupa terjadi pada 2012, ketika Kanae Kajima dijatuhi hukuman gantung setelah terbukti membunuh tiga orang pria berusia 41, 53, dan 80 tahun yang dikenalnya lewat situs kencan di internet.

Source : TribunNews
COMMENT