SHARE THIS ARTICLE

Untuk menarik perhatian para turis asing di Jepang, banyak cara dilakukan baik kalangan bisnis maupun kalangan pemerintah Jepang. Bahkan kini cenderung menarik perhatian wisatawan muslim dunia untuk datang ke Jepang agar target pemerintah Jepang 20 juta wisatawan bisa tercapai tahun ini.

Departement store besar Takashimaya, khususnya yang berada di Shinjuku Tokyo, mulai 29 September lalu ternyata menyediakan tempat khusus untuk salat kaum muslim (musala).

“Hal ini karena wisatawan dari Malaysia dan Indonesia semakin meningkat,” ungkap Takahashi, seorang petugas di Takashimaya Shinjuku khusus kepada Tribunnews.com.

Belum diketahui departement store lain seperti Mitsukoshi, Isetan, Matsuya, Keio, Hankyu, belum terdengar adanya tempat khusus bagi kaum muslim tersebut.

Tujuan utama penyediaan tempat salat tersebut untuk membuat tempat tersebut semakin akrab bagi kalangan muslim yang datang ke Jepang.

Jumlah pengunjung Indonesia ke Jepang sebanyak 8.500 orang per Agustus 2014 (turun 47,6 persen dibandingkan Agustus 2013). Namun naik 12,4 persen menjadi 100.600 orang, untuk jumlah orang Indonesia yang ke Jepang antara Januari-Agustus 2014 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Promosi wisata bagi orang asing ke Jepang juga dengan penampilan karakter terkenal Hello Kitty di Mitsukoshi Ginza Rabu (1/10/2014). Hello Kitty sangat menarik di berbagai belahan dunia termasuk di Jepang sendiri. Para pecinta Hello Kitty Indonesia juga berkumpul di Facebook: https://www.facebook.com/groups/HelloKittyIndonesia/. Rencananya akan jalan-jalan ke Jepang. Bahkan 12 Desember 2014 direncanakan akan dibuka Taman Hello Kitty di Ancol Jakarta Utara. Sedikitnya 20 orang asing berkumpul di tempat Hello Kitty Mitsukoshi Ginza kemarin ingin berfoto bersama.

“Berbagai cara menarik perhatian pengunjung termasuk wisatawan asing ke Jepang berarti juga Jepang harus bisa menyiapkan semua produk buatan Jepang agar dapat segera ditawarkan kepada para pengunjung. Kebutuhan untuk melipatgandakan produksi membuat perekonomian meningkat di Jepang,” kata Kunio Ishizuka, pimpinan Mitsukoshi.

Toko diskon raksasa Diskon Don Quixote telah membentuk sistem videophone yang menghubungkan terminal di tablet iPad untuk menyajikan daftar harga barang serta penerjemahan ke bahasa asing seperti Inggris, Tiongkok, Korea, Thailand pada sebuah kamar yang ada di Shinjuku. Sehingga orang asing pun bisa mudah berkomunikasi dalam membeli barang-barang di sana. Panduan melalui telepon video.

Wisatawan luar negeri jika membeli barang seperti souvenir, sistem di Jepang dapat membebaskan dari pajak konsumsi (PPN) dengan menyajikan paspor dan penerimaan, pembebasan visa di loket khusus di tiap toko atau langsung di Narita airport. Uang akan dikembalikan kepada wisatawan asing yang pulang ke negara masing-masing lewat bandara internasional Jepang seperti Narita dan Kansai. Persyaratannya, belanja untuk nilai 10.000 yen atau lebih dan dilengkapi berbagai dokumen seperti paspor.

Source : tribunnews
COMMENT