Pria Paruh Baya di Jepang Nekat Bajak Bus untuk Temui Orangtua


Seorang pria baruh baya di Jepang nekat membajak sebuah bus penumpang. Ketika ditanya alasannya, pria ini menjawab dirinya ingin menemui orangtuanya.


DTMANAGE.000000020140512155001489-1

Bus dengan tujuan domestik tersebut berangkat dari sebuah bandara di Miyazaki, Jepang sebelah barat daya. Seiichi Sato yang berusia 45 tahun ini tiba-tiba membajak bus tersebut.

Dia mengancam sopir bus dan juga penumpang yang ada di dalam bus dengan bersenjatakan sebuah gunting. Demikian seperti dilaporkan media setempat, Jiji press dan dilansir AFP, Senin (12/5/2014).


Kami menerima panggilan darurat pada Minggu (11/5) sekitar 22.00 waktu setempat, dari salah satu penumpang yang mengatakan bahwa ada bus yang dibajak,” terang juru bicara kepolisian Miyazaki kepada AFP.

Sementara itu, media setempat melaporkan bahwa bus yang dibajak tersebut sempat berhenti di sejumlah lokasi untuk menurunkan penumpang. Bahkan bus tersebut sempat berhenti di sebuah minimarket setempat menjelang tengah malam.

Setelah dikuntit oleh polisi selama lebih dari 1 jam, petugas akhirnya membekuk Sato ketika memberikan izin kepada sopir bus untuk ke toilet. Padahal sebenarnya sopir bus hanya berpura-pura ingin ke toilet.

Kepada polisi, Sato mengungkapkan alasannya nekat membajak bus tersebut. “Saya ingin bertemu dengan orangtua angkat saya di kota Ebino,” tuturnya seperti dikutip Fuji Television.

Sources :

What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sugoi! Sugoi!
0
Sugoi!
Honto Ni? Honto Ni?
0
Honto Ni?
Kanashii Ne Kanashii Ne
0
Kanashii Ne
Nani Kore?! Nani Kore?!
0
Nani Kore?!
Daisuki! Daisuki!
0
Daisuki!
Kowai Kowai
0
Kowai
Kawaii~ Kawaii~
0
Kawaii~
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes