Share on

Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia dengan tingkat kejahatan yang tercatat relatif sangat rendah. Meski begitu, baik masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung di negara ini harus tetap waspada karena beberapa tindak kejahatan masih kerap terjadi, seperti kasus penipuan, pembunuhan hingga pelecahan seksual, termasuk aksi pencopetan yang diberitakan oleh media lokal Sankei Shimbun pada tanggal 30 Juli kemarin.

Mereka mengabarkan jika pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo telah berhasil menangkap seorang pelaku pencopet, yang telah melakukan aksi pencurian dengan cara mengambil uang korban dan meletakan kembali dompetnya. Tindakan pencopetan seperti ini terkenal di kalangan para penegak hukum di Jepang, sehingga diberi julukan 'Empty Koji'.

Pada tanggal 27 Juli, sekitar pukul 10 malam waktu setempat, tersangka bernama Koji Shimizu, seorang karyawan perusahaan berusia 54 tahun yang tinggal di Arakawa Ward, Tokyo, diduga menggunakan tangan kanannya untuk mencuri uang tunai senilai 2.000 yen. Uang tersebut diambil dari dalam dompet yang ditempatkan di dalam tas jinjing milik seorang wanita berusia 26 tahun, di dalam kereta JR Saikyo Line saat melakukan perjalanan antara stasiun Ikebukuro dan stasiun Shinjuku.

Dilansir dari berbagai sumber, seorang petugas yang saat itu tengah berpatroli di stasiun kemudian menangkap Shimizu setelah dia terlihat bertingkah mencurigakan di sebuah platform di Stasiun Shinjuku. "Akibat uang yang tidak cukup, saya terpaksa mencopet," kata tersangka seperti yang dikutip dari pihak kepolisian setempat.

Dalam melakukan kejahatannya, sang copet dengan saat hati-hati membuka tas korban dan menggunakan tangannya untuk mencari dompet. Setelah melepas pengancingnya dan mengambil uang di dalam dompet korban, dia kemudian meninggalkan dompet tersebut ke tempat asalnya.