Berita Jepang | Japanesestation.com

Jumat (29/03) lalu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan mekarnya bunga sakura pertama di pusat kota Tokyo, tepatnya di pohon sampel yang ada di Kuil Yasukuni. Pengumuman ini disampaikan JMA kemarin sekitar pukul 14.00 setelah dipastikan adanya lima sampai enam bunga sakura yang mekar.

Januari lalu, Weather News memprediksi sakura akan mekar di Tokyo pada 17 Maret. Weather News memperbarui prediksi di awal bulan Februari dan menyatakan sakura akan mekar di tanggal 20 Maret. Prediksi ini kembali diperbarui sebanyak dua kali sebelum akhirnya ditetapkan tanggal 19 Maret di awal bulan Maret lalu.

Beberapa ahli menjelaskan, peristiwa ini terjadi karena suhu bulan Februari yang hangat dan suhu bulan Maret yang dingin. Umumnya, Februari memiliki suhu yang dingin dan mulai menghangat di bulan Maret. Perbedaan suhu ini menjadi penyebab bunga sakura mekar terlambat.

Bunga sakura tahun ini mekar lima hari lebih lambat dari rata-rata per tahunnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2023, sakura di Tokyo mekar 15 hari lebih lambat tahun ini. Sementara itu, peristiwa mekarnya sakura tahun ini menjadi yang paling lambat dalam 10 tahun. Pihak Asosiasi Cuaca Jepang (JWA) memperkirakan bunga sakura di pusat kota Tokyo akan mekar sempurna pada 4 April mendatang.