Berita Jepang | Japanesestation.com
Novelis Haruki Murakami menyampaikan bahwa dirinya akan menyumbangkan naskah asli dari karyanya dan berbagai bahan-bahan lain yang terkait dengannya ke Waseda University. Seperti diketahui, Haruki Murakami adalah alumni universitas tersebut yang lulus pada tahun 1975. “Saya tidak memiliki anak, dan ini akan menimbulkan masalah bagi saya jika materi ini menjadi tersebar atau hilang.” Kata Mukarami dalam konferensi pers pertamanya di Jepang dalam 37 tahun terakhir. Haruki Murakami merupakan novelis asal Jepang yang karyanya teleha diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa, termauk bahasa Indonesia. Dalam konferensi pers, dirinya juga menyampaikan rencananya untuk membuat sebuah ruangan yang akan menyerupai ruangan belajar dengan rak buku dan rekaman musik. "Saya tidak bisa lebih bahagia jika (pemerintah) akan membantu orang-orang ini. Saya berharap ini akan menjadi sesuatu yang mempromosikan pertukaran budaya," kata Murakami. Murakami, lahir di Kyoto pada tahun 1949 dan berkuliah di Jurusan Literatur di Waseda Univerity pada tahun 1968. Novel pertamanya, "Hear the Wind Sing," memenangkan Hadiah Literatur Gunzo untuk penulis pemula pada tahun 1979. "Setelah hampir 40 tahun menulis, hampir tidak ada ruang untuk meletakkan dokumen seperti manuskrip dan artikel terkait, di rumah saya atau di kantor saya," Kata Haruki Murakami. Murakami mengatakan dia juga akan menyumbangkan surat-surat saat dia berkolaborasi dengan penulis lain saat menerjemahkan karya-karya, mungkin notebook, mungkin notebook yang berisi naskah novel populernya "Norwegian Wood". Dirinya juga menyatakan harapan untuk meluncurkan beasiswa untuk peneliti. Di antara berbagai tulisan Haruki Murakami yang paling laris adalah "Norwegian Wood," yang diterbitkan pada 1987. Novel itu dirilis dalam dua jilid dan telah terjual lebih dari 10 juta kopi. Murakami, yang membuka kafe untuk penggemar jazz di Tokyo saat masih menjadi mahasiswa di Waseda University, mengatakan musik adalah komponen penting dalam karirnya di bidang sastra. Novel-novel penulis Jepang telah menjadi fenomena global, mendorongnya ke status kandidat kuat untuk Hadiah Nobel dalam sastra. Murakami sendiri telah memenangkan beberapa penghargaan sastra, termasuk Franz Kafka Prize pada tahun 2006, Hadiah Yerusalem pada tahun 2009 dan Hans Christian Andersen Literature Award untuk 2016.