Share on

Setelah Topan Jebi menerjang wilayah Jepang bagian barat pada hari Selasa kemarin, dan menyebabkan setidaknya tujuh orang tewas serta lebih dari 200 mengalami luka-luka. Pagi ini, dua orang tewas dan 32 lainnya dilaporkan hilang setelah gempa bumi dengan magnitudo awal 6,7 mengguncang pulau Hokkaido, hingga menghancurkan rumah-rumah, memutus jalan dan menyebabkan banyak tanah longsor besar yang mengubur sebagian kota.

Advertise With Us

Menurut laporan dari Kyodo News, gempa yang terjadi pada pukul 3:08 pagi tadi juga telah memutus pasokan listrik ke 2,95 juta rumah penduduk di prefektur ini dan mengganggu layanan kereta api. Lebih dari 100 orang di kota-kota termasuk ibukota prefektur, Sapporo dikabarkan mengalami luka-luka.

Gempa Bermagnitudo 6,7 SR Guncang Hokkaido, 2 Korban Tewas dan 32 Orang Hilang
Sapporo

Sejumlah rumah di wilayah Atsuma dan Abira yang terletak setelah lereng gunung juga dikabarkan tertimbun oleh tanah. Polisi melaporkan, tercatat ada 32 orang yang hilang dalam becana ini, semuanya adalah penduduk Atsuma, dan operasi penyelamatan tengah berlangsung di daerah tersebut.

PLTN Tomari milik PLTN Electric Electric Co kehilangan sumber daya eksternal, dan kolam bahan bakar bekas di Nos, sehingga Reaktor 1 hingga 3 saat ini didinginkan oleh sistem catu daya darurat. Sistem pendingin dapat bertahan setidaknya selama 10 hari tanpa pasokan listrik dari luar. Tidak ada kenaehan yang terdeteksi di sekitar fasilitas tersebut, dan Tohoku Electric Power Co. juga memastikan tidak ada masalah pada pembangkit listrik tenaga nuklir Higashidori di Prefektur Aomori.

Gempa Bermagnitudo 6,7 SR Guncang Hokkaido, 2 Korban Tewas dan 32 Orang Hilang
Atsuma

Pemadaman listrik tersebut disebabkan oleh pembangkit listrik termal di prefektur yang mati secara otomatis setelah terjadi gempa, pemadaman juga mempengaruhi sekitar 80 rumah sakit, layanan telepon dan siaran televisi. Selain itu, kebakaran terjadi di kompleks petrokimia di Muroran dan kemudian dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Gempa bumi terjadi di Hokkaido selatan pada kedalaman sekitar 37 kilometer, tercatat di atas angka 6 pada skala seismik Jepang, 7 di Abira dan 6 di kota Chitose, keduanya berada di tenggara Sapporo. Gempa juga diikuti oleh gempa susulan yang lebih kecil, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Namun, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa gempa bumi dengan intensitas yang sama bisa kembali terjadi di daerah itu selama sekitar satu minggu ke depan.

Bandara Chitose baru akan ditutup sepanjang hari setelah bagian dari langit-langit gedung terminal runtuh serta karena kebocoran air dan pemadaman listrik, lebih dari 200 penerbangan dibatalkan, mempengaruhi lebih dari 40.000 penumpang.

Semua layanan kereta api, termasuk operasi bullet train di Hokkaido juga ikut ditangguhkan untuk sementara waktu, meurut para operator. Semetara di Tokyo, pemerintah pusat juga menyatakan telah mengirimkan sebanyak 25.000 personel Self-Defense Forces untuk melakukan operasi bantuan atas permintaan gubernur Hokkaido. Ini merupakan pertama kalinya gempa di Hokkaido mencapai intensitas 6 atas sejak skala seismik direvisi pada tahun 1996 silam.