Share on

Bagaimana rasanya jadi pegawai kantor Jepang yang cinlok di tempat kerja? Hmm...cinlok atau cinta lokasi adalah hal yang sekarang sudah menjadi lumrah. Ya, pertemuan yang intens antara 2 insan yang saling bertemu dan berinteraksi hampir setiap hari memang akan memunculkan benih-benih rasa untuk menjadi “lebih” dari sekedar “teman”, entah itu di lingkungan pekerjaan, sekolah/kampus ataupun komunitas. Di mana pun hal ini terjadi, jika sudah muncul rasa tersebut akan sulit untuk bersikap “biasa” ataupun “professional”.

Advertise With Us

20% Pegawai Kantor Jepang Cinlok dengan Atasan
Banyak pegawai kantor Jepang mengaku pernah berkencan dengan atasan (soranews24.com)

Ternyata, di Jepang juga terjadi hal yang demikian loh. Walaupun masyarakat dan perusahaan jepang tidak keberatan dengan romansa di tempat kerja, tetapi beberapa perusahaan menetapkan kebijakan untuk memindahkan salah satu dari pasangan yang “ketahuan” tersebut ke divisi atau bagian lain untuk menghindari konflik atau perbedaan perlakuan yang menghambat performa pada pekerjaan masing-masing.

Baru-baru ini sebuah penelitian di Jepang yang mensurvei sekitar 1000 orang dari penjuru Jepang yang diadakan perusahaan Biz Hits dengan jumlah 274 responden pria, 724 responden wanita dan 2 orang menolak untuk menidentitaskan dirinya masing-masing, dan dari survey tersebut ternyata keluar hasil sebanyak 61% pernah terlibat cinlok dengan rekan dari lingkungan pekerjaan lho!

20% Pegawai Kantor Jepang Cinlok dengan Atasan
Kencan dengan bos? (soranews24.com)

Kebanyakan hubungan romansa ini berawal dari umur produktif muda, dengan jumlah sebanyak 72% dari jumlah tadi mengaku pernah terlibat cinlok pada saat berumur 20an, lalu sebanyak 14% terlibat cinlok di umur 30an, 10% pada saat remaja dan sebanyak 2% terlibat cinlok di umur 40 dan 50an.

Nah selanjutnya adalah rincian dengan siapa saja mereka terlibat cinlok, ini datanya:
  1. Sebanyak 212 responden mengaku bahwa mereka berkencan dengan manajer, bos ataupun seniornya (orang yang sudah lebih dulu berada di perusahaan tersebut);
  2. 203 responden mengaku berkencan dengan rekan kerja sepantar/sejabatan;
  3. Sebanyak 81 responden berkencan dengan bawahan atau juniornya;
  4. Lalu 47 responden pernah berkencan dengan rekan kerja dari divisi atau bagian lain;
  5. Ada pun 47 responden pernah berkencan dengan karyawan paruh-waktu;
  6. Sebanyak 18 responden mengaku pernah berkencan dengan karyawan paruh waktu yang ditugaskan di perusahaan mereka;
  7. 14 repsonden mengaku berkencan dengan rekan kerja dari perusahaan lain;
  8. 3 responden lainnya.

Nah hal yang menarik adalah, hampir seluruh peserta survei sepakat bahwa sulit untuk menyembunyikan hubungan romansa mereka dari publik dengan suara sebanyak 387 responden, diikuti dengan sebanyak 77 responden berkata bahwa mereka harus memisahkan “chemistry” mereka ketika di lingkungan kerja dengan lingkungan pribadi, lalu sebanyak 31 responden mengaku bahwa mereka berusaha sebisa mungkin untuk terlihat “biasa” walaupun sedang bertengkar dengan pasangannya masing-masing, sementara 19 responden mengaku kesulitan mencari waktu romantis berdua dengan pasangan cinloknya karena sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Banyak ya ternyata suka dan duka dalam menjalin cinta lokasi di lingkungan pekerjaan. Menurut kalian, apakah cinlok di kantor justru bakal mengurangi stres di kantor atau...malah kurang produktif karena salah fokus? Hayoh!