Berita Jepang | Japanesestation.com
Lensa Kontak Mata Lebar Anime, Beauty Tren Yang Bisa Bikin Mata Buta
Copyright by Shutterstock.com

Apa ukuran seseorang bisa dibilang cantik? Setiap wanita pasti akan sangat senang jika dipuji cantik, dan salah satu cara agar bisa tampil cantik adalah dengan bantuan make up. Make up mata menjadi salah satu yang menjadi tren tahun ini karena bisa membuat mata sipit terlihat lebih lebar dan tajam. Jika Anda salah satu penggemar lensa kontak, maka Anda pasti setuju jika kontak lens ini adalah alat pendukung membuat mata terlihat besar dan cantik. Namun sebenarnya hal ini tidak baik untuk kesehatan mata. Seperti dikutip dari dailymail.co.uk, dokter telah memperingatkan bahwa lensa kontak kosmetik yang menutupi bagian putih mata untuk membuat iris mata lebih besar dapat menyebabkan infeksi serius dan bahkan kebutaan. Tren kecantikan make up mata dengan menggunakan lensa kontak ini memang sedang ramai dipraktekkan banyak wanita muda Asia, tidak ketinggalan pula Indonesia. Sebenarnya pemakaian lensa kontak perlu pengawasan dokter dan perlu kehati-hatian saat memakainya. Pada tahun 2010 saja, juru bicara FDA mengatakan bahwa risiko cedera mata yang signifikan dan bahkan kebutaan pada konsumen bisa terjadi jika mereka membeli lensa kontak tanpa resep dokter yang valid atau bantuan dari spesialis dokter mata.

Lensa Kontak Mata Lebar Anime, Beauty Tren Yang Bisa Bikin Mata Buta
Mata sebelum dan sesudah memakai lensa kontak/ Copyright by dailymail.co.uk

Pada awalnya lensa kontak memang diperuntukkan untuk membantu gangguan mata rabun jauh namun menjadi lebih komersial seiring berjalannya waktu. Lensa kontak jadi lebih beragam dengan banyak pilihan warna dan lebih condong untuk kepentingan kosmetik. Meski sudah tahu bahwa lensa kontak bisa berbahaya, namun sepertinya tren memakai kontak lens seperti anime Jepang ini tidak juga surut. Di Amerika saja, pemakaian lensa kontak yang hanya bertujuan untuk kosmetik atau "dekorasi mata" sudah dilarang atau ilegal jika tanpa resep dokter. Jadi, masih mau mengikuti tren dan mengorbankan kesehatan mata untuk mengejar nilai cantik fisik saja?