SHARE THIS ARTICLE

Kami mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai duo folk pop/rock YUZU pada kunjungannya ke Singapura kali ini. Kami cukup tersentuh pada keramahtamahan mereka; tidak ada gaya ‘selebriti’ yang sudah 20 tahun malang melintang di panggung-panggung terbesar Jepang, hanya tampak dua orang murah senyum yang tutur kata dan bahasa tubuhnya mengungkapkan kerendahan hati.

1. Selamat untuk Tur Asia pertama kalian! Sebelum ini, apakah kalian tahu bahwa kalian populer di luar Jepang?

Yujin: Kami sama sekali tidak tahu! Kami pernah ke Taiwan untuk melakukan promosi, dan ternyata banyak fans yang muncul. Di Singapura juga begitu. Lalu kami diberitahu ada yang datang dari Indonesia untuk melakukan wawancara, kami senang sekali!

2. Mungkin sudah lebih dari 10 tahun Yuzu dikenal di komunitas pecinta musik Jepang di Indonesia, lantas apa yang membuat kalian memutuskan untuk melakukan tur Asia pertama di tahun ini?

Yujin: Sudah sejak lama kami ingin melakukan tur ke luar Jepang, tapi saat itu kami tidak tahu bagaimana memulainya. Kami tidak punya koneksi dan kesempatan. Tahun ini ada banyak hal yang terjadi sehingga tur bisa terwujud.

[INTERVIEW] YUZU ASIA TOUR 2016 SUMMER NATSUIRO1

3. Untuk tur kali ini, apa yang paling kalian nantikan, dan apakah kekhawatiran terbesar kalian?

Yujin: Karena mungkin akan ada banyak orang yang menonton kami live pertama kali, kami sangat menantikan seperti apa reaksi mereka. Tentang kekhawatiran… di Jepang, kami hanya berbahasa Jepang. Kini kami khawatir bagaimana caranya berkomunikasi dengan penonton selain dari lagu kami? Tapi ya kemarin kami mencobanya saja (berbicara bahasa Inggris) di panggung…

Kalian sudah berusaha keras! (hahaha) Kalian lucu sekali kemarin.

YUZU: Terima kasih!

Yujin: Saya senang sekali….!

4. Dari semua lagu kalian, apakah ada lagu yang punya arti paling personal untuk kalian?

Koji: Natsuiro, lagu yang paling sering kami bawakan.

Yujin: Eikou no kakehashi, lagu yang terakhir kami bawakan kemarin. Saya sangat ingin banyak orang dari berbagai negara di Asia menyanyikan lagu itu.

Memang Eikou no Kakehashi itu sangat relatable untuk banyak orang, ya.

5. Dalam lagu kalian yang berjudul “Mou Sugu 30-sai”, ada kalimat “Tersenyum walaupun hati menangis”. Apakah kalian sering merasa seperti itu? Bagaimana perasaan kalian menyanyikan lagu itu sekarang? (Lagu ‘Mou sugu 30-sai’ dirilis saat kedua personel YUZU berusia 29 tahun, dan tahun ini mereka berusia 39 tahun)

Yujin: Pada musik pop, ada lagu-lagu yang bahagia, padahal isinya sedih, atau terdengar sedih padahal isinya bahagia. Kami pikir musik yang bisa memadukan hal-hal seperti itu sangat menakjubkan, karena hal tersebut menyerupai hati manusia… Kami selalu senang menyanyikan lagu seperti itu. Dalam diri kita pun, selalu ada saatnya kita tertawa padahal sedang sedih, atau kita menangis padahal sedang bahagia. Itu adalah tema yang kami hargai dari sebuah lagu, yang ingin kami sampaikan pada orang- orang.

6. Saat ini banyak pendatang baru di industri musik Jepang, dan juga Korean wave. Apa yang menurut kalian membuat YUZU masih eksis dan memiliki banyak fans setia hingga saat ini?

Yujin: Hmmmm (tampak ragu).

Koji: Sebenarnya kami adalah dua orang yang sangat berbeda. Leader (Yujin) adalah orang yang suka bereksperimen dan mencoba hal-hal baru, sementara saya cukup konservatif. Apa yang saya bisa lakukan dengan baik, ya itu saja yang akan terus saya lakukan. Tapi bagi kami berdua, cinta kami terhadap musik adalah yang terpenting, itulah kenapa kami masih bermusik hingga saat ini.

7. Tapi bagaimana dengan konflik? Jika kalian menyukai dua hal yang berbeda, bukankah konflik rentan terjadi? Apa yang kalian lakukan jika ada konflik?

Yujin: Hooo… rasanya sih tak terlalu ada ya…

Sungguh!?

Koji: Iya, misal ada perbedaan pendapat, pertama-tama pasti ‘ya kita coba dulu saja’. Kemudian pada akhirnya pasti akan ada suatu keputusan. Kalau jadinya menarik, ya kita lakukan. Kalau ternyata tidak begitu menarik, ya kita hentikan saja.

[INTERVIEW] YUZU ASIA TOUR 2016 SUMMER NATSUIRO2

8. Apakah itu artinya kalian perduli dengan tren? Apakah kalian memperdulikan tren musik yang terjadi di sekitar kalian dan mempertimbangkannya dalam karya kalian, ataukah kalian punya jenis musik sendiri yang kalian pertahankan?

Yujin: Hmm… di awal-awal kami debut, sebenarnya ada saat-saat kami ragu akan jenis musik kami. Sebenarnya musik apa sih yang kami mainkan? Tapi seiring dengan karir kami, akhirnya kami menemukan style musik kami sendiri. Walau kami mempertahankan style kami, tapi kami juga terus mencari chemistry antara musik pada zaman itu dengan musik-musik baru yang ada di zaman ini…. Kami berusaha untuk fleksibel dan tidak melulu bertahan pada akar musik kami.

9. Sekarang tentang fans. Dari semua hadiah yang pernah kalian terima dari fans, apakah ada hadiah yang mengejutkan, atau paling berkesan?

Koji: Kami sangat berterima kasih atas semua hadiah dari fans (tertawa). Di saat kami baru debut, pada hari ulang tahun saya, ada fans yang memberi hadiah kura-kura kecil berwarna hijau…

Hah!? Apa masih hidup sampai sekarang??

Koji: Masih, sekarang ukurannya sudah sangat besar…

Wah, kalau begitu lain kali saya mau memberikan hadiah anak anjing…

Yujin: Anjing!?

Koji: (tertawa) Kami sering bepergian, kasihan nanti dia ditinggal sendiri, jadi… TIDAK USAH. (tertawa)

Bagaimana dengan Yujin?

Yujin: Saya terkejut pada fans yang memberikan hadiah dengan tema Yuzu… permen berbentuk tulisan YUZU, bahkan ada yang pernah memberikan garam mandi rasa YUZU (tertawa).

10. Kami menyaksikan bahwa fans YUZU datang dari berbagai golongan usia… Kemarin saya melihat pria penuh tato yang memakai atribut YUZU lengkap bahkan ikut menari. Apakah kalian terkejut melihat yang seperti ini, atau sudah terbiasa?

Yujin: Heeee???

Koji: Kami masih terkejut, tapi kami sangat berterima kasih (hahaha).

11. Sekarang saatnya pertanyaan santai dari kami. JIka saat kalian memikirkan nama grup saat itu, Kitagawa-san tidak sedang memakan es krim Yuzu tetapi es krim Matcha dan akhirnya kalian jadi bernama MATCHA, musik jenis apa kira-kira yang akan kalian mainkan?

Yujin: Hahahaha…. Mungkin saya tak akan memegang tamborin. Saya akan memainkan shamisen!

Koji: Dan saya akan memainkan koto. Yang jelas kami akan sangat tradisional (tertawa).

12. YUZU banyak memiliki kaitan dengan theme song anime. Jika kalian bisa menjadi karakter dari sebuah manga/anime, kalian akan menjadi karakter yang bagaimana?

Yujin: Hmmm pertanyaan sulit ya (hahaha). Saya ingin jadi karakter yang bisa berubah (henshin). Mungkin setiap kali saya makan macha, saya berubah menjadi superhero berwarna hijau.

Ah, bukankah YUZU dulu sering menampilkan film komedi pendek di atas panggung? Di mana Kitagawa-san sering berpakaian perempuan… Mungkin anda bisa mempertimbangkan menjadi superhero berwarna hijau untuk film selanjutnya!

Yujin: Hahaha iya, saya suka sekali menulis naskah untuk drama… Film-film itu saya yang menulis naskahnya sendiri! Suatu hari jika bisa tampil di Indonesia, saya akan menjadi perempuan! (tertawa)

Kami sangat menantikannya! (tertawa) Bagaimana dengan Iwasawa-san?

Koji: Saya ingin menjadi karakter manga yang di awal-awal volume banyak muncul… tapi seiring dengan jalan cerita, perlahan kemunculannya semakin jarang lalu tidak muncul lagi. Dan saat semua orang sudah lupa dengan karakter saya…… BAM! Saya akan muncul lagi sebagai karakter penting, sehingga orang-orang terpaksa membaca dari awal untuk mengingat karakter saya.

Yujin: (tertawa)

Untuk efek syok?

Koji: Iya, jadi semua orang akan bertanya-tanya, siapakah orang ini? Lalu membaca komiknya dari awal.

Wah, sebenarnya itu ide bagus ya untuk mendongkrak penjualan?

Koji: Terima kasih!

Itulah pertanyaan terakhir dari kami, terima kasih atas waktu dan kesempatan yang kalian berikan!

Yujin: Terima kasih! Seperti yang saya katakan kemarin, tahun ini kami belum mendapat kesempatan untuk konser di Indonesia, tapi kami harap tahun depan kami bisa melakukannya. Nantikan kami ya!

[Interviewed by Shakina Katili & Atreyu Moniaga]

COMMENT