SHARE THIS ARTICLE

Jepang adalah salah satu negara yang sering dilanda gempa bumi dan tsunami. Negeri Sakura ini tentu belajar dari pengalaman untuk mengantisipasi besarnya korban dan dampak dari bencana tersebut.

Nah, salah satunya adalah dengan membuat sekoci anti tsunami dan banjir. Sekoci ini diproduksi oleh Shigi Shipbuiding Co. Ltd. detikcom bersama para jurnalis Sakai Asean Week 2014 berkesempatan untuk mengunjungi pabrik mereka yang beralamat lengkap di Dejima Nishi-machi, Sakai-ku, Sakai, Osaka, Jepang.

6b 085400_sekociega2

Dalam presentasi mengenai perusahaannya, salah satu karyawan di perusahaan tersebut menjelaskan bahwa gempa bumi, banjir dan tsunami adalah bencana yang tidak dapat diprediksi dan terjadi begitu cepat.

Tentunya sulit bagi warga di sekitar lokasi terutama anak kecil, orang tua, dan orang cacat fisik untuk berlindung dan menyelamatkan diri dari bencana itu.

“Dalam rangka untuk melindungi warga, perusahaan kami sebagai produsen lokal mengembangkan sekoci yang tahan terhadap tsunami dan banjir,” jelasnya.

6d 085434_sekociega4

Shigi memproduksi dua tipe sekoci yang tahan banjir dan tsunami. Tipe pertama memiliki fitur shock absorbing (peredam kejut), sementara tipe yang kedua tidak memiliki fitur tersebut.

Dalam memproduksi sekoci, Shigi juga memiliki izin yang disebut ‘the guideline for lifeboat against tsunami’ dari Shikoku Transport & Tourism department of Ministry of Land and Infrastructure Transport and Tourism of Japan.

Sekoci tersebut memiliki kapasitas 25 kursi, dengan panjang 8,7 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 3,0 meter. Pintu sekoci dibuat besar agar memudahkan orang-orang masuk ke dalamnya. Namun tidak diizinkan untuk masuk jika melibihi dari kapasitasnya.

6c 085410_sekociega3

“Demi keamanan, kami tidak menyarankan untuk melebihi kapasitas,” tutur seorang karyawan.

Bagian atas sekoci ini juga dibuat rata sebagai pijakan bagi orang-orang yang akan dievakuasi melalui helikopter. Sekoci ini juga dilengkapi tiga kaki penyangga (tripod) untuk memudahkan instalasi di darat ketika ada bencana.

Source : news.detik
COMMENT