Share on

Tahun ajaran Jepang sebentar lagi akan segera berakhir, banyak anak SMA yang akan segera melepas seragam dan memasuki dunia dewasa di Universitas. Namun, meskipun ini merupakan akhir dari beberapa remaja untuk mengenyam pendidikan formal, beberapa anak kecil akan mulai kehidupan barunya sebagai murid SD. Namun tahukan kalian? Persyaratan masuk SD di Jepang bukan berdasarkan pengetahuannya saja, tapi Jepang lebih mementingkan perilaku sang anak diatas segalanya.

Advertise With Us

Seorang orang tua murid mengunggah kertas yang berisi persyaratan masuk SD milik anaknya di akun twitter pribadinya. Orang tua perlu memastikan bahwa anaknya dapat berperilaku seperti yang daftar tersebut cantumkan sebelum memasuki pendidikan formal di sekolah. Bukan hanya anaknya saja, orang tuanya juga perlu mengikuti daftar tersebut.

Daftar tersebut berisi 18 poin yang dibagi menjadi dua kategori, dimulai dengan "Perilaku Dasar dan Sikap," yang mencantumkan:

● Mendengarkan dengan penuh perhatian saat seseorang berbicara. ● Dapat menyapa orang lain dan menanggapi pertanyaan dengan suara yang jelas dan mudah terdengar. ● Dapat duduk dengan benar di kursi . ● Dapat membedakan antara barang milik sendiri dan barang milik orang lain. ● Dapat melepas dan merapikan sepatu. ● Mengenakan pakaian secara rapi. ● Dapat menjaga agar meja dan lingkungan Kalian tetap rapi dan teratur. ● Bertanggung jawab untuk tidur lebih awal dan bangun pagi-pagi sekali sendiri. ● Makan sarapan tepat waktu. ● Selalu sikat gigi. ● Tidak berbohong.

Beralih ke "Hubungan dengan Teman," kriteria yang tersisa adalah: ● Tidak membiarkan orang merasa ditinggalkan. ● Membantu orang lain yang memiliki masalah, bantu mereka. ● Tidak membicarakan hal buruk mengenai teman. ● Mampu bergaul, bermain, dan belajar dengan siapa saja. ● Tidak hanya bermain sendiri, namun juga bersikap bersahabat saat bermain bersama semua orang. ● Bermain di luar, baik untuk berolahraga dan juga bersantai di alam sekitar. ● Meminta maaf dengan sungguh-sungguh apabila melakukan kesalahan.

Beberapa orang percaya bahwa daftar perilaku ini bukan hanya berguna untuk anak-anak, kadang-kadang para orang tua yang telah dewasa pun masih sulit untuk melengkapi daftar perilaku baik tersebut.

Dari daftar ini kita belajar untuk menjadi pribadi yang baik, pemahaman perilaku dasar dan sikap perlu dibentuk sejak dini.

(featured image : Japan Talk)