Share on

Minka, atau rumah tradisional Jepang biasanya memiliki ciri seperti lantai tatami, pintu geser, dan engawa  atau beranda kayu (JS pernah bahas lho di artikel tentang 17 fitur klasik dari rumah tradisional Jepang). Selain itu, rumah tradisional Jepang juga punya genkan, semacam teras di mana penghuni rumah atau tamu melepas sepatu mereka untuk mencegah kotoran masuk ke dalam rumah, dan menaruhnya di getabako — sebuah rak yang berasal dari kata geta (sandal kayu) yang sering digunakan oleh penduduk Jepang zaman dulu.

Genkan (nippon.com)
Genkan (nippon.com)

Nah, sekarang JS bakal menjelaskan lagi nih beberapa fitur lain khas rumah Jepang, etika, dan beberapa takhayulnya!

Tatami, Fusuma, dan Shōji

Sebuah ruangan ala Jepang dengan pintu geser fusuma, jendela gaya shōji, lantai tatami, dan sebuah tokonoma.
Sebuah ruangan ala Jepang dengan pintu geser fusuma, jendela gaya shōji, lantai tatami, dan sebuah tokonoma.

Setiap ruangan di rumah ala Jepang biasanya dipisahkan oleh sebuah partisi yang dibuat dari kertas Jepang atau washi. Untuk memasukinya, geser saja pintunya. Pintu-pintu ini ada 2 jenis, yaitu fusuma dan shōji. Fusuma dibuat dari kertas tebal atau kain dan lebih buram, membuatnya cocok jadi pembatas ruangan. Namun, berbeda dengan tembok, fusuma dapat dibongkar pasang untuk membuat ruang lebih luas di rumah.

Shōji lebih tipis dan ringan jika dibandingkan dengan fusuma, kertasnya juga ditempelkan pada kisi kayu, mencegah orang melihat ke dalam, namun tetap mampu membuat ruangan lebih terang karena cahaya bisa melewati kertasnya. Selain itu, shōji juga dapat menolong masuknya aliran udara dan mengurangi kelembapan karena pola kertasnya yang berpori. Di rumah ala Jepang zaman modern, biasanya shōji sering dijadikan satu set bersama dengan pintu di antara panel kaca. Salah satu variasi terpopuler adalah yukimi shōji yang membuatmu dapat melihat menggeser ke atas area bawahnya dan melihat ke luar melalui kaca.

yukimi shōji (nippon.com)
yukimi shōji (nippon.com)

Berikutnya, ada lantai tatami yang pastinya kamu temukan di rumah tradisional Jepang. Tatami memiliki wangi dan karakter yang khas, bikin siapapun betah duduk berlama-lama di atasnya. Beberapa agen properti menggunakan jō, atau mat sebagai satuan untuk menghitung ukuran standar tatami. Setiap 1 mat (1,62 meter persegi) dapat menyerap sekitar 500 milliliters kelembapan dan melepasnya ketika udara terasa kering. Tak hanya itu, tatami juga dapat menyerap karbon dioksida, membantu membersihkan udara!

Lalu, ada bagian yang sering disebut sebaga tokonoma. Area ini digunakan unruk memajang panjangan, menaruh bunga, dan beberapa hiasan lainnya. Karena itu, biasanya, tokonoma ada di ruang tamu.

Nah, setelah membahas tentang bagian rumah, mari kita lihat etika mandinya!

Etika Mandi

Kamar mandi tradisional Jepang (nippon,com)
Kamar mandi tradisional Jepang (nippon,com)

Di rumah ala Jepang, toilet dan kamar mandi terpisah. Untuk kamar mandinya sendiri, terdiri dari area untuk membersihkan badan dan sebuah bak untuk berendam. Ada juga ruangan kecil yang digunakan sebagai area untuk memakai dan melepas baju. Nah, biasanya keluarga di Jepang memakai air yang sama ketika mandi, jadi harus membersihkan dulu badan dengan sabun sebelum masuk ke dalam bak. Bak mandinya sendiri tidak akan dikeringkan sebelum semua orang selesai mandi.

Untuk toilet, biasanya toilet jongkok digunakan di rumah tradisional Jepang. Kini, toilet ini sudah dilengkapi dengan fitur baru yang berteknologi tinggi,

Berikutnya, mari melihat kamar tidur tradisional ala Jepang!

Tempat Tidur Tradisional

Futon (nippon.com)
Futon (nippon.com)

Kini, sudah banyak penduduk Jepang yang memilih kasur modern sebagai tempat tidurnya. Namun, futon tradisional masih populer lho! Bahkan, sebuah survei yang dilakukan oleh Nifty pada tahun 2013 menemukan bahwa 50% responden masih tidur dengan futon di atas lantai tatami. Nah, bagi yamg masih menggunakan futon, pada siang hari, futon-futon ini akan ditaruh di dalam lemari, membuat kamar serasa lebih luas. Ada juga yang menjemur futon di luar rumah saat cuaca cerah di siang hari lho, tujuannya agar futon ini lebih empuk dan nyaman ketika dipakai tidur.

Rumah Jepang juga sering disebut-sebut dibangun untuk membiarkan angin segar masuk dan membuat rumah terasa sejuk saat musim dingin. Tapi, ini membuat rumah terasa dingin ketika musim dingin tiba. Karena itu, biasanya orang Jepang akan mengisi air panas ke dalam botol yutanpo untuk tetap hangat pada malam hari, dan menggunakan kotatsu di siang hari.