SHARE THIS ARTICLE
Para pria berpakaian mantel Happi dan cawat berparade melalui pusat Hakata Ward di Fukuoka pada festival Hakata Gion Yamagasa tahun 2011. (The Asahi Shimbun)

Di Jepang terdapat sebuah festival yang melibatkan ribuan pria, yang hanya memakai mantel Happi dan cawat, dan terengah-engah.

Acara selama 15 hari tersebut, yang diselenggarakan setiap bulan Juli di Fukuoka, Jepang, yang dipenuhi dengan larung sesaji yang menyerbu jalan-jalan, festival tersebut adalah energi yang dihasilkan oleh orang banyak yang membuat festival Hakata Gion Yamagasa begitu istimewa.

Persiapan dilakukan dengan cermat untuk menghias larung (The Asahi Shimbun)
Persiapan dilakukan dengan cermat untuk menghias larung (The Asahi Shimbun)

Larung sesaji yamagasa yang dihiasi tersebut, di mana festival ini diambil dari namanya, adalah ciri lain dari ritual tahunan tersebut.

Para pesertanya pertama-tama melakukan ritual pemurnian dengan mengumpulkan pasir di pantai terdekat dan kemudian memercikkannya pada para pembawa larung. Larung-larung dari semua ukuran, bentuk dan warna dibawa keluar untuk mempesona para penonton.

Tapi klimaksnya muncul pada hari terakhir. Berhati-hatilah, karena festival ini bukan untuk orang yang lemah jantung. Tepat pada pukul 04:59, tim yang terdiri dari para pria yang hampir telanjang berlomba sejauh 5 kilometer dengan mengangkat larung yamagasa di pundak mereka.

Para pelari mengisi jalanan Fukuoka (The Asahi Shimbun)

Karena energi adalah temanya, pastikan untuk tidak melewatkan festival Eisa Matsuri yang diadakan di berbagai bagian Prefektur Okinawa. Salah satu festival utamanya adalah Eisa Matsuri yang diadakan di kota Okinawa, di awal September.

Para penari menampilkan tarian Eisa di sebuah festival pada bulan Agustus 2011 di Naha. (The Asahi Shimbun)

Festival ini menampilkan tarian dan musik rakyat berabad-abad yang unik di kawasan ini, disorot oleh deburan drum taiko yang berirama dan sekelompok pria dan wanita menari selaras dengan sempurna.

Festival yang tercatat atas ketepatannya, yang menampilkan gerakan-gerakan enerjik, adalah festival Onda Matsuri di kuil Asojinja di Ichinomiya, Prefektur Kumamoto.

Festival yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juli ini menunjukkan kesatuan negeri kuno tersebut dengan alam. Festival ini, yang melambangkan penanaman padi, membawa harapan warga setempat untuk panen yang baik.

Para wanita membawa persembahan kepada para dewa di festival Onda Matsuri (The Asahi Shimbun)

Sorotan utamanya adalah prosesi yang panjang, termasuk 14 “unari“, para pembantu pendeta pada upacara Shinto yang berpakaian serba putih dan sesaji di kepala mereka sebagai persembahan untuk para dewa. Para wanita berjalan di jalan sempit yang diukir beberapa abad yang lalu dari ladang sawah berlumpur, dengan panorama Gunung Aso sebagai latar belakangnya.

Festival Hakata Gion Yamagasa diadakan di Fukuoka dari tanggal 1-15 Juli. Tempat utamanya adalah kuil Kushidajinja, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama lima menit dari stasiun kereta bawah tanah Gion, dekat dengan JR Hakata Station.

Eisa diadakan di Prefektur Okinawa sekitar bulan Agustus. Festival Zento Eisa, salah satu festival yang terbesar, diselenggarakan di kota Okinawa pada akhir Agustus hingga awal September. Layanan bis ke Okinawa tersedia dari bandara Naha. Waktu perjalanannya 60 sampai 80 menit.

Festival Onda diadakan di kuil Asojinja di distrik Ichinomiya di Aso, Prefektur Kumamoto, dan dapat dicapai dari JR Miyaji Station di Prefektur Kumamoto.

Source : ajw.asahi.com
COMMENT