Share on

Apakah kamu kangen dengan film-film produksi Studio Ghibli? Jika iya, ada kabar baik nih, Studio Ghibli baru saja mengumumkan akan membuat adaptasi film anime dari novel Earwig and The Witch (Aya to Majo) karya Diana Wynne Jones (pengarang Howl’s Moving Castle) di musim dingin mendatang!

Kabar baik itu disampaikan lewat situs resmi Studio Ghibli pada Rabu (3/6) lalu. Rencananya, film ini akan tayang perdana di televisi, tepatnya di channel NHK General. Film yang akan menjadi film dengan fitur full 3D CG pertama Studio Ghibli ini disutradarai oleh putra Hayao Miyazaki, Goro Miyazaki, sementara Hayao Miyazaki sendiri bertanggung jawab dan perencanaan dan pengembangan film. Untuk urusan produksi, akan diserahkan pada Toshio Suzuki, salah satu pendiri Studio Ghibli.

Novel Earwig and the Witch (animenewsnetwork.com)
Novel Earwig and the Witch (animenewsnetwork.com)

Jones menerbitkan novel ini pada tahun 2011, dan inilah synopsis dari penerbit Harper Collins:

Meski tidak semua anak yatim piatu hidup bahagia di St. Morwald's Home for Children, Earwig menyukainya. Ia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan, mulai dari bayi, ketika ia datang ke panti asuhan itu hingga sekarang. Sayangnya, semua itu berubah ketika Bella Yaga dan Mandrake datang ke St. Morwald's dengan menyamar menjadi orang tua asuh. Earwig dibawa pergi dari panti asuhan menuju rumah mereka yang misterius, penuh dengan berbagai ruangan tak terlihat, buku-buku mantra, dan sihir di setiap udut ruangannya. Kebanyakam anak-anak pasti kabur jika melihat hal-hal seram di rumah itu…tapi Earwig tidak begitu. Dengan kecerdikannya—dan bantuan dari seekor kucing yang bisa bicara—ia akan menunjukkan pada si penyihir siapakah yang akan jadi pemenangnya.

Suzuki mengatakan sebelum ia membuat film ini, ia membayangkan bagaimana keadaan dunia setelah hadirnya wanah virus corona (COVID-19). Suzuki juga mengatakan bahwa kekhawatiran terbesar bagi semua orang di seluruh dunia adalah film dan televisi juga ikut terdampak wabah ini. Ketika ia melihat cuplikan film ini, terkadang ia berpikir apakah Earwig and the Witch akan bertahan meski ada COVID-19. Namun, Suzuki segera menyadari bahwa kekuatan cerita ini adalah kecerdikan Earwig. Karena itu, ia menyimpulkan dengan kecerdikan, kita dapat menghadapi masalah bersama-sama.  

Aya to Majou, film baru Studio Ghibli yang diadaptasi dari novel Earwig and the Witch karya Diana Wynne Jones (animenewsnetwork,com)
Aya to Majou, film baru Studio Ghibli yang diadaptasi dari novel Earwig and the Witch karya Diana Wynne Jones (animenewsnetwork,com)

Sebelum film ini, Goro Miyazaki juga menjadi sutradara untuk Tales from Earthsea dan From Up On Poppy Hill yang juga diproduksi oleh Studio Ghibli. Ia juga menyutradarai seri anime Ronja the Robber's Daughter di Polygon Pictures dengan bantuan Studio Ghibli.

Sebelumnya, Studio Ghibli pernah mengatakan pada 1 Januari lalu bawa mereka akan kembali meneruskan produksi 2 film baru di tahun 2020. Suzuki juga sempat mengatakan pada tahun 2017 bahwa film karya Hayao Miyazaki berikutnya akan berbentuk gambaran tangan dan ber-genre "action-adventure fantasy," sementara Goro Miyazaki akan memproduksi CG-nya.

Hayao Miyazaki sendiri pernah membuat animasi CG pertamanya, "Boro the Caterpillar” yang ditayangkan di Museum Ghibli pada tahun 2018. Kini, ia tengah menyutradarai film-nya sendiri, Kimi-tachi wa Dō Ikiru ka (How Do You Live?). Suzuko mengatakan pada bulan Mei lalu kalau staf film ini telah menyelesaikan 36 menit pertama dari filmnya dan berharap film ini akan selesai dalam 3 tahun ke depan.