SHARE THIS ARTICLE
Akihiro Ohta (69) kiri, menyerahkan kenang-kenangan bagi pengunjung ke-13 juta wisata ke Jepang, warga Indonesia, Indrajati (kanan).
Akihiro Ohta (69) kiri, menyerahkan kenang-kenangan bagi pengunjung ke-13 juta wisata ke Jepang, warga Indonesia, Indrajati (kanan).
TOKYO – Wisatawan asing yang masuk ke Jepang, Selasa (23/12/2014) hari ini telah melewati 13 juta orang. Tepat pada wisatawan yang ke-13 juta itu jatuh kepada warga Indonesia yang datang ke Jepang lewat bandara internasional Narita, bernama Edi Indrajati (48), karyawan perusahaan IT di Indonesia.
Upacara seremoni pemberian kenang-kenangan diberikan kepada Indrajati sebagai lambang wisatawan asing ke-13 juta yang memasuki Jepang tahun ini. Indrajati menggunakan pesawat ANA dari Jakarta ke Narita No.836 kemarin dan tiba pagi ini di Bandara Narita.
Penganugerahan langsung diberikan oleh Menteri Transportasi Jepang Akihiro Ota (69) yang juga pimpinan Partai Komei, koalisi Jepang bersama partai liberal (LDP). Indrajati bersama keluarganya berlibur ke Jepang.

Jumlah pengunjung ke Jepang tahun ini melewati batas jumlah pengunjung tahun lalu yang hanya mencapai sekitar 10,36 juta saja.

Jumlah pengunjung yang semakin besar ini karena beberapa negara bebas visa seperti Malaysia dan Thailand. Demikian pula Indonesia mulai 1 Desember 2014 bagi pemilik e-passport WNI dan telah disetujui Kedutaan Jepang di Indonesia, bisa pergi bebas kapan saja ke Jepang selama 15 hari. Paspor biasa masih belum ada perubahan, harus aplikasi visa seperti biasa.

Nilai yen yang melemah menjadi salah satu daya tarik wisatawan asing masuk ke Jepang.

Perusahaan biro perjalanan terbesar Jepang JTB memperkirakan tahun depan jumlah wisatawan akan meningkat lagi menjadi sekitar 15 juta sedikitnya per 31 Desember 2015.

Target pemerintah Jepang tahun 2020 saat Tokyo Olympic dan Paralympic (olimpiade kaum difabel) sejumlah 20 juta per tahun, akan terpenuhi dengan melihat semakin banyak pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ke Jepang akhir-akhir ini.

Belum lagi kunjungan kaum muslim yang belakangan ini juga semakin banyak karena semakin banyak fasilitas khusus bagi kaum muslim di Jepang seperti tempat salat dengan kelengkapannya serta rumah makan halal dengan sertifikat yang diperlihatkan di pintu masuknya.

Source : TribunNews
COMMENT