SHARE THIS ARTICLE

Apa yang kalian lakukan bila memiliki kekuatan mengembalikan waktu untuk mengubah hal buruk terjadi?

review-live-action-erased-suksesnya-adaptasi-yang-tidak-berakhir-mulus-5

Itulah garis besar yang ada di film ERASED (Bokudake ga inai machi), versi live-action dari manga dan anime berjudul sama. Seperti versi aslinya, Erased berkisah tentang seorang pria bernama Satoru Fujinuma (Tatsuya Fujiwara) yang memiliki kekuatan unik dengan kembali ke masa lalu untuk mencegah sesuatu hal yang buruk terjadi. Sayangnya kehidupannya tidak berjalan lancar dengan karya-karya komiknya yang selalu ditolak oleh penerbit dan mengharuskannya hidup dari kerja paruh-waktu sebagai pengantar pizza.

review-live-action-erased-suksesnya-adaptasi-yang-tidak-berakhir-mulus-2

Cerita berkembang saat ibu dari Satoru dibunuh dan dia ditetapkan sebagai tersangka. Anehnya kekuatan yang dimilikinya malah mengantarkannya kembali ke masa kecilnya di mana semua berhubungan dengan kasus penculikan dan pembunuhan anak-anak, termasuk kepada salah satu teman sekelasnya yang kesepian, Kayo Hinazuki.

review-live-action-erased-suksesnya-adaptasi-yang-tidak-berakhir-mulus-1

Dilihat dari manga-nya yang panjang dan sangat detil menceritakan urutan waktu dan perasaan dari tiap-tiap karakter, versi live-action Erased ini terbilang mampu merangkum semuanya dalam durasi 120 menit saja. Kendati banyak adegan yang dipotong, hal tersebut tidak terlalu kentara dan penonton masih bisa dibawa menikmati jalannya cerita.

review-live-action-erased-suksesnya-adaptasi-yang-tidak-berakhir-mulus-3

Pemerannya pun bukan sembarangan, mulai dari Tatsuya Fujiwara, Kasumi Arimura sampai dengan para pemeran ciliknya yaitu Tsubasa Nakagawa dan Rio Suzuki patut diacungi jempol dalam menjiwai karakternya. Dapat dilihat dari ekspresi Satoru kecil yang mampu memperlihatkan gelagat orang dewasa dengan gerak-geriknya.

review-live-action-erased-suksesnya-adaptasi-yang-tidak-berakhir-mulus-4

Dari semua kesempurnaan yang ada di film ini, ada satu celah yang mungkin dapat menjadi ganjalan bagi fans-nya. Ending dari Erased bisa dibilang benar-benar menghapus jalan cerita asli yang mungkin sudah dipuja-puja oleh para penikmat. Mungkin niat hati Yuichiro Hirakawa selaku sutradara ingin membuat akhir kisah ini seperti judulnya, Kota Di mana Aku Sendiri Tidak Di sana namun dengan eksekusi kurang sempurna.

Atau mungkin kalian berpendapat bila ending live-action ERASED cukup masuk akal? Bagaimana?

COMMENT