SHARE THIS ARTICLE

DSC_0034

Pada tanggal 15 November 2013 lalu, Japanese Station turut menghadiri press conference untuk acara ‘J-Music Lab‘ yang diadakan selama tanggal 15 November hingga 15 Desember mendatang yang berlokasi di “The Only One Club“, lantai 5 f(x) lifestyle x’enter, Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu Senayan – Jakarta Pusat.

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara pihak Recording Industry Association of Japan (RIAJ), PT. Sony Music Entertainment Indonesia, dan juga dari pihak The Only One Club sendiri. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan musik Jepang dan memajukan distribusi konten untuk menciptakan sebuah gerakan musik Jepang terkini. Proyek ini sendiri membidik industri musik di Asia Tenggara, sebuah kawasan yang menunjukan perkembangan ekonomi yang pesat.

Dalam event ini sendiri, akan ada banyak acara yang akan dilakukan, seperti karaoke, cover dancecosplay cabaretfanbase gathering, penjualan CD dan DVD musik Jepang, dan yang paling menarik ialah penampilan artis Jepang pada setiap akhir pekan.

Dalam press conference tersebut juga hadir perwakilan masing-masing pihak penyelenggara yaitu Mr. Toshio Hakama dari RIAJ, Bpk. Alexander Sanjaya dari Sony Music, dan Ib. Ira Arifin dari The Only One Club, serta AiU Ratna sebagai host.

DSC_0037 copy

Berikut wawancara yang dilakukan kepada pihak-pihak penyelenggara:

Mr. Toshio Hakama

Q: Bagaimana datangnya ide awal untuk acara J-Music Lab ini?

A: Ide awal J-Music Lab ini sebenarnya datang dari RIAJ sendiri dengan tujuan untuk memperluas musik Jepang di dunia.

Q: Mengapa J-Music Lab ini diadakan di Indonesia?

A: Salah satu alasan acara ini diselenggarakan di Indonesia ialah karena jumlah penduduk yang dua kali lebih besar daripada Jepang, dengan mayoritas usia muda yang tergolong banyak.

Q: Apa harapan anda kedepannya dengan diadakannya acara ini?

A: Harapan kedepannya ialah semoga musik Jepang dapat diterima di Indonesia, dan musik Indonesia sendiri dapat diterima di Jepang.

Pada sesi wawancara tersebut, salah satu JSNavigator kita, yaitu Franzeska Edelyn, mendapat kesempatan untuk bertanya secara langsung.

Q: Adakah jalur untuk musisi Indonesia dapat memasukan karya-karyanya masuk ke pasar musik Jepang?

A: Di Jepang sendiri terdapat suatu event dimana buyer-buyer musik di seluruh dunia berkumpul di Jepang, melalui acara tersebut dapat memungkinkan musik Indonesia sendiri masuk ke Jepang. RIAJ sendiri memiliki anggota-anggota yang memegang 90% penjualan produk musik di Jepang, tujuan RIAJ sendiri ialah memasukan musik-musik yang ada di Asia ke Jepang.

DSC_0040 copy

 

Bpk. Alexander Sanjaya

Q: Kenapa PT. Sony Music sendiri tertarik untuk berkerja sama dalam menyelenggarakan acara ini?

A: Kami tertarik untuk berkerja sama dalam acara ini karena kami melihat suatu potensi, salah satu kesempatan yang baik untuk mengembangkan musik Jepang di pasar musik Indonesia sendiri.

Q: Bagaimana menurut anda persiapan yang  dilakukan untuk acara ini?

A: Persiapan yang dilakukan memang cukup sulit, tetapi kami dibantu oleh pihak RIAJ sendiri, dan juga kami dibantu oleh pihak counterpart Sony Music yang berada di Jepang sana, dan kami berusaha untuk terus berkembang.

 

Ib. Ira Arifin

Q: Mengapa The Only One Club sendiri mau menyediakan tempat bagi acara ini?

A: Pertama-tama saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan ini, karena kami melihat bahwa acara ini sendiri memiliki skala internasional yang dilaksanakan bersama RIAJ sendiri.

Q: Sekarang ini banyak sekali macam-macam club yang ada di Indonesia, apakah tidak takut jika sewaktu-waktu club ini di-cap sebagai ‘club Jepang‘ dan sebagainya?

A: Kami merasa tidak takut sama sekali, karena tempat ini juga biasa dipakai untuk berbagai macam acara, dan kami sendiri sangat senang untuk menyediakan tempat ini sebagai tempat terselenggaranya acara yang berhubungan dengan seni.

 

COMMENT