Share on

Meski Jepang dikenal sebagai negara yang sangat cinta dengan kebersihan, nyatanya mereka sedikit malas dalam membersihkan gedung terbengkalai, salah satunya adalah Green Hills Hotel yang terletak di Ebino, Prefektur Miyazaki, area Kyushu. Hotel ini sudah tidak lagi beroperasi sejak tahun 1992 dan pemiliknya seakan enggan untuk merubuhkannya, sementara pemerintah setempat pun telihat tidak peduli pada salah sau hotel terbengkalai di Jepang itu. Nah, dengan penampilan menyeramkan, tak aneh kan kalau hotel ini menarik perhatian para pecinta misteri dan pemburu hantu?

Bermula dari Uji Nyali, 2 Pemuda ini Temukan Mayat di Hotel Terbengkalai Jepang
Green Hills Hotel yang kerap dipakai uji nyali. (japantoday.com)

Memasuki bangunan ini tidaklah sulit. Apalagi, bangunannya sama sekali tidak disegel, dan pintu kaca di depannya juga pecah, membuat siapa saja bisa masuk dengan mudah. Hal inilah yang membuat dua pemuda berusia sekitar 20-tahunan mencoba uji nyali di tempat ini setelah membaca sebuah artikel tentang tempat-tempat berhantu di Jepang pada Rabu (15/4) lalu.

Setelah memasuki lobby, 2 pemuda ini terus menyusuri hotel, menuju puncak gedung berlantai 9 ini. Sayangnya, mereka tidak sempat mencapai puncak karena ada kejutan seram menunggu mereka di lantai 6, apakah itu? Ternyata, ketika mereka memasuki ruang tamu di lantai tersebut, mereka menyadari kalau mereka tak sendiri. Tepat di atas ranjang, ada sesosok mayat terbaring.

Mayat ini memakai kemeja berlengan pendek dan celana berwarna gelap dengan rambut yang sudah memutih dan memiliki tinggi sekitar 170 hingga 180 centimeter. Meskipun begitu, karena kondisi mayat ini sudah sangat buruk, tidak diketahui berjenis kelamin apakah mayat ini.

Bermula dari Uji Nyali, 2 Pemuda ini Temukan Mayat di Hotel Terbengkalai Jepang
Freen Hills Hotel, tempat sesosok mayat misterius ditemukan. (soranews24.com)

Karena meihat sesuatu yang lebih horror dibanding yang mereka harapkan, kedua pemuda ini menelepon polisi dan melaporkan apa yang mereka temukan. Para penyidik kepolisian sendiri belum dapat memastikan apakah penyebab kematian mayat ini disebabkan oleh kecelakaan atau pembunuhan dan tengah melakukan pemeriksaan terkait dua kemungkinan tersebut, meskipun sedikit sulit karena kondisi mayat dan TKP yang sudah sangat tua.

Untuk kedua pemuda tadi, nampaknya mereka tidak dikenai denda karena memasuki property orang lain tanpa izin. Namun, beberapa koran lokal mengatakan kalau, keduanya menyesali aksinya, meskipun tidak jelas apakah maksud kalimat tersebut berdasarkan hukum yang berlaku, atau hanya karena mereka terpaksa harus hidup dengan memori penemuan mayat di hotel terbengkalai Jepang terus menghantui mereka.

Bagaimana menurutmu?