SHARE THIS ARTICLE

2881921690_1_9

Berasal dari keluarga yang pas pasan, Mariko Shinoda ke Tokyo untuk mengikuti audisi first generation AKB48, tapi malangnya dia tidak lulus pada tahap awal di bulan Oktober 2005. Pada saat itu pula keluarganya tak mampu membiayai dia yang hidup di kota besar, tak ada pilihan lain, Mariko pun berusaha menghidupi dirinya sendiri, kebetulan kafe di depan Theater AKB48 membutuhkan karyawan. Mariko pun diterima di situ, Mariko adalah seorang pelayan yang sangat baik dan akrab dengan para pelanggan. Karena itulah Mariko begitu disukai oleh semua pengunjung kafe itu. 

Tiap dia bekerja dia selalu menatap ke Theater AKB48 yang sedang performance. dia memiliki semangat motivasi bahwa suatu saat nanti diapun bisa menyanyi di atas panggung tersebut. 

Hampir setiap malam di bulan Desember, selesai bekerja di kafe, Mariko masih berdiri di pinggir jalan di depan gedung untuk membagikan brosur tentang keberadaan Theater AKB48 yang sudah memulai pertunjukkan namun sangat minim penonton. Dan bisa dia lakukan hingga larut tengah malam. 

Suatu ketika, di bulan berikutnya, Januari 2006, manajemen AKB48 mengadakan pemilihan/polling siapa member AKB48 terfavorit dari penonton sekaligus pengunjung kafe di gedung itu. Dan di luar dugaan, ternyata nama Mariko Shinoda menjadi pemenangnya, padahal Mariko bukanlah personil dari AKB48. 
Bahkan staff AKB48 sempat meragukan apakah ada kesalahan dari polling yang diadakan ini? Mariko Shinoda hanyalah seorang pelayan di kafe theater itu. 
Para fans ternyata melihat begitu keras perjuangan Mariko agar bisa masuk sebagai personil AKB48. 

Mengetahui hasil polling ini, Presiden sekaligus pendiri dari AKB48, Yasushi Akimoto, menghampiri Mariko di kafe tempatnya bekerja. Saat itu Mariko sedang membersihkan meja sambil bersiap membagikan brosur lagi di luar gedung. 

Akimoto datang sambil menyerahkan sebuah CD dan Video koreografi dari single AKB48. CD tersebut berisikan 12 lagu. Akimoto memberikan tantangan kepada Mariko (yang pernah ditolak di audisi awal). Jika kau bisa menghafal ke-12 lagu dalam album CD serta menghafal seluruh gerakan tarinya dalam waktu 4 hari, saya ijinkan kamu bergabung dengan AKB48 dan ikut tampil di pertunjukkan berikutnya“. 

Hari itu adalah tanggal 18 Januari 2006. Selama  4 hari ke depan, tidak ada hal lain yang dilakukan Mariko kecuali berlatih, berlatih dan berlatih. Hasilnya, tepat tanggal 22 Januari 2006, Perjuangan dan kerja keras Mariko terbayarkan. Dia naik panggung dengan  mengenakan kostum AKB48 dan namanya tercantum dalam Team A dan berhak ikut dalam single pertama AKB48 berjudul “Sakura no Hanabiratachi”, yang dirilis bulan Februari 2006. Impian Mariko-pun menjadi kenyataan. Dan sampai hari ini, Mariko masih memegang teguh prinsipnya. “Sesulit apapun, asalkan kau terus berusaha dan tidak menyerah, hasil yang baik akan selalu datang.”

Source: http://www.thecrowdvoice.com/post/mengenal-lebih-dekat-shinoda-mariko-eksakb48-29004132.html

COMMENT