SHARE THIS ARTICLE

Karena orang-orang menjadi penasaran dengan kemungkinan menetap di planet lain, banyak lembaga antariksa telah mengusulkan misi ke Mars, yang juga dikenal sebagai “Red Planet”. Sementara usulan ini belum terwujud, Jepang telah mulai melirik rencana sebuah misi berawak ke planet tersebut bekerjasama dengan bangsa lain.

Source: universetoday.com
Source: universetoday.com

Banyak negara telah berencana untuk mengirim misi berawak dan tak berawak ke planet lain, namun penyebab utama keterlambatan dalam melakukannya adalah biaya. Jepang menyadari bahwa pendanaan besar dan teknologi canggih yang dibutuhkan untuk mengirim manusia ke sebuah planet masih sangat sulit untuk diatasi oleh satu negara saja, dan karenanya Jepang telah meminta bantuan dari negara-negara yang memiliki pemikiran yang sama. Bulan Agustus tahun lalu, 14 lembaga antariksa yang mendirikan Space Exploration Coordination Group International (ISECG) memutuskan bahwa pengiriman misi berawak ke Mars adalah bagian dari peta jalan eksplorasi global mereka. ISECG berharap untuk menemukan keberhasilan suatu waktu di tahun 2030-an. Rencananya adalah untuk mengeksplorasi bulan dan mengirim misi berawak ke Mars untuk menentukan cara terbaik untuk mendaratkan manusia di permukaannya. Bahkan Amerika Serikat telah mengumumkan rencana untuk mengirim seseorang ke Mars. Hal itu diumumkan pada tahun 2010 dan tanggal target yang ditetapkan oleh AS adalah pertengahan 2030, namun hingga saat ini belum ada kerangka dan proses aktual yang telah dirancang untuk proyek tersebut.

Kementerian sains Jepang bertemu dengan dewan penasehat dari pemerintah pada tanggal 30 Mei untuk membahas kemungkinan misi berawak. Dalam pertemuan tersebut, disorot bahasan mengenai rekomendasi untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara lain. Untuk melakukan hal itu, kementerian berencana menjadwalkan sebuah konferensi internasional pada tahun 2016 dengan tujuan tunggal membahas misi ke Mars dan bagaimana yang terbaik untuk membuat suatu usaha internasional untuk memastikan keberhasilannya. Jepang berharap bahwa pertemuan tersebut akan memulai proposal tentang bagaimana biaya akan dibagi dan dialokasikan, dan muncul dengan teknologi yang akan membuatnya berhasil.

Source : JDP
COMMENT