Share on

Lebih dari 20 orang menjadi korban dan 32 lainnya dilaporkan hilang setelah gempa bumi dengan magnitudo awal 6,7 mengguncang Pulau Hokkaido, Jepang, hingga menghancurkan rumah-rumah, memutus jalan dan menyebabkan banyak tanah longsor besar yang mengubur sebagian wilayah. Akibat bencana tersebut, tempat pemandian soapland di Sapporo ditutup, namun kini mereka menawarkan para korban gempa kesempatan untuk mandi di fasilitas mereka.

Advertise With Us

Laporan Sankei Shimbun pada tanggal 7 September lalu menyebutkan bahwa setelah gempa melanda pada 6 September lalu, soapland yang tidak disebutkan namanya itu tidak dapat dibuka karena pemadaman listrik. Para karyawan perempuan juga tidak dapat datang untuk bekerja, tapi manajemen membuka fasilitas yang memiliki delapan kamar tersebut untuk korban gempa di keesokan harinya.

Pada siang hari, ada sekitar 40 orang yang membayar 500 yen untuk menggunakan pemandian di soapland tersebut, "Kami juga korban," ucap seorang anggota staf. "Kami melakukan ini untuk membantu daerah setempat."

Dikarenakan aturan mengenai tempat hiburan dewasa yang berlaku, fasilitas tersebut dapat beroperasi hingga tengah malam. Pembukaan penuh soapland tersebut, beserta layanan pijat dan layanan seksualnya diperkirakan akan dapat dimulai lagi pada hari Sabtu mendatang.

Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,7 dilaporkan sebanyak 21 orang, di mana enam orang lainnya meninggal akibat serangan jantung, kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga pada hari Sabtu kemarin. Sementara itu, pemerintah juga tengah melakukan upaya penyelamatan untuk menemukan 13 orang lainnya yang masih hilang.

Gempa bumi terjadi di Hokkaido selatan pada kedalaman sekitar 37 kilometer, tercatat di atas angka 6 pada skala seismik Jepang, 7 di Abira dan 6 di kota Chitose, keduanya berada di tenggara Sapporo. Gempa juga diikuti oleh gempa susulan yang lebih kecil, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Namun, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa gempa bumi dengan intensitas yang sama bisa kembali terjadi di daerah itu selama sekitar satu minggu ke depan.