SHARE THIS ARTICLE

Walau telah usai, Anime Festival Indonesia (AFA ID) 2016 yang digelar di JI EXPO Kemayoran, Jakarta akhir pekan lalu telah meninggalkan kenangan menyenangkan baik bagi para pengunjung maupun pengisi acaranya. Di antara para pengisi acaranya, ajang AFAID 2016 juga kembali menghadirkan grup musik bless4 yang berasal dari Amerika Serikat. Grup ini terdiri dari empat saudara dan saudari dari keluarga Kawamitsu, yaitu Akashi, Kanasa, Akino, dan Aiki, namun di AFAID 2016 kali ini bless4 hadir hanya dengan 3 anggotanya yaitu Akashi, Kanasa, dan Akino. Japanese Station berkesempatan mewawancarai mereka dan berikut ini adalah hasil wawancara dengan grup musik tersebut.

Apa arti musik untuk bless4?

Kanasa: Musik adalah jantung dari kehidupan kami, saya pikir setiap orang mengerti bahwa tak ada musik tak ada kehidupan seperti itu menciptakan kebanggaan dalam kehidupan yang membuatmu mampu menjalani hidup sehari hari.

Akashi: Ketika kita berpikir tentang film, kami memiliki musik yang juga menciptakan ‘mood’ untuk sesuatu yang tidak bisa kamu ungkapkan semua. Tapi ada sesuatu yang menciptakan sebuah ritme dan sangat beralasan yang membuat positif dan terkadang membuat menangis hingga kadang membuat ketenangan dalam diri.

Akino: Dalam kanji Jepang ‘Ongaku’, saat menuliskannya, ada kata ‘raku’ (senang) di dalam goresannya yang berarti musik. Dan saya pikir itu benar, karena ketika kamu senang sebagai musisi, kamu menciptakan sebuah ikatan dengan orang-orang di sekitar. Namun jika seorang musisi yang tidak senang maka orang-orang di sekitarnya tidak bisa merasakannya. Secara nyata kita akan memberikan pesan positif untuk selalu bisa bahagia jadi orang orang lain pun bisa merasakannya.

Apa mimpi terbesar bless4 di dalam karir bermusik?

Akashi: Satu hal yang kami inginkan saat tampil adalah kami ingin tampil di seluruh dunia, kami ingin menentukan ‘standar’ pada musik kami untuk mengubah sesuatu pada dunia, kami berharap kami bisa dan kami sangat menginginkannya. Saat ini anggota bless4 telah memiliki anak dan kami melahirkan anak empat, empat, empat, empat dan pada akhirnya berjumlah enam belas, untuk diketahui bless4 tidak berakhir di sini namun masih berlanjut di generasi selanjutnya.

Akino: Saya pikir sebagai grup, orang lain melihat kami sebagai keluarga dan kami membangun sebuah mimpi. Setiap orang melihat bahwa keluarga adalah yang terpenting, Saudara-saudari, Ayah, Ibu, mereka adalah bagian dari perasaan pada musik kami, dan saya rasa mereka adalah segalanya.

Apa pengalaman unik Bless4 saat tampil di panggung?

Akashi: Saat tampil di Thailand, saat dekat dengan batas luar panggung dan saya terjatuh dan itu adalah panggung yang cukup tinggi hingga mengenai speaker, lalu saya terkapar di lantai. Ini bukan sesuatu yang unik, tapi saya ceroboh, dan lain kali saya akan lebih hati-hati. Saya bisa saja terluka. Pada akhirnya penonton pun tersenyum.

Kanasa: Jika setiap tampil Akashi selalu terlalu dekat dengan batas panggung. Bagi saya pengalaman saya adalah saat memegang mikrofon yang bertegangan listrik, seperti pada ‘ear monitor’ dan sound system-nya. Jadi pada saat itu saya tidak bisa mendengarkan apa apa.

Akino: Aiki seharusnya hadir di sini, dan inilah yang menjadikan keunikan kami yang tampil hanya bertiga. Dia akan kembali bulan depan dan selama 2 tahun dia tidak bernyanyi. Di bulan November nanti akan ada konser “Welcome Back”, jadi saat itulah kami kembali tampil berempat. Inilah pengalaman unik kami. Aiki juga adalah penari yang terbaik jadi kami akan berlatih kembali.

Di mana konser yang selalu diingat dan tak terlupakan untuk bless4?

Akashi: Semua konser itu tak terlupakan, dan saat ini kami belum mulai di AFAID. Bagi saya panggung yang besar itu menyenangkan dan hebat, tapi saat di panggung yang dekat dengan fans, saya memerlukan intensitas lebih serta banyak energi dan tenaga untuk berbicara dengan mereka.

Kanasa: Saat tampil tahun ini di kapal pesiar yang dua kali lebih besar dari kapal Titanic, apa kamu bisa membayangkannya? Seperti gedung 15 lantai dan perjalanan jauh saya berada di atas puncak gedung dan saya merasa seperti gempa bumi.

Apakah kalian merasakan yang aneh pada grup kalian yang bersaudara? Di antara kalian, siapa yang pemarah?

Akashi: Saya yang mempersatukan kami semua saat ada yang marah.

Akino: Semua tergantung situasi saya pikir, dan saya pikir kita semua tidak merasakan aneh karena kita semua berawal dari saudara saat berlatih Taekwondo dan bela diri bersama. Kami berempat saat itu pindah ke Jepang dan tampil bermusik bersama.

Akashi: Kami adalah team! Team Iron Man, Team Captain America! (bercanda).

Akino: Jadi kami Team Iron Man (bercanda).

Kanasa: Saya pikir kami dilahirkan untuk sesuatu seperti ini (bermusik).

Akashi: Ya, kami dilahirkan untuk itu! Saya adalah seorang pemimpin jadi saya harus tetap menyatukan tim, dan semua ada bagiannya sendiri dan membangunnya bersama, itulah yang membuatnya berhasil. Sebagai tim.

Apa tantangan bless4 di dalam bermusik dan siapa musisi favorit dari masing-masing personil bless4?

Akashi: Banyak waktu yang sulit saat kami di panggung sebagai saudara, terkadang kami bertikai sebelum tampil, namun kami tetap senang dan menikmatinya, dan kadang kami juga melewati batas. Musisi favorit saya adalah Raisa, Agnes Monica, dia penyanyi yang bagus, juga Richard Marx dalam lagu Right Here Waiting.

Akino: Tantangan ada saat beberapa waktu lalu ketika pertama kali bernyanyi lagu Korea di TV. Tidak ada yang mengetahui siapa saya sebenarnya, dan saat mereka tahu, ternyata banyak komentar yang mengatakan saya gemuk dan sebagainya. Itu sangat menyakiti saya. Selama 3 tahun saya merasa terbebani setiap kali saya bernyanyi. Seharusnya saya bernyanyi dengan senang hati ketika bertemu fans, dan keluarga saya mendukung saya dengan terciptanya lagu “Let’s Have a Party” agar kita menikmati musik dan bersenang-senang dengan musik. Musisi favorit saya adalah Bruno Mars dalam lagu Just The Way You Are.

Kanasa: Musisi favorit saya adalah Backstreet Boys, Britney Spears pada awal karirnya, dan Christina Aguilera.

Siapa karakter favorit masing-masing dari anime ‘Amagi Brilliant Park’?
(AKINO with bless4 membawakan lagu tema pembuka untuk anime tersebut berjudul “Extra Magic Hours“)

Akino: Moffle, dia sangat cute.

Akashi: Macaron, karena dia keren.

Kanasa: Seiya Kanie.

Akashi: Amagi Brilliant Park adalah yang terbaik, kami sangat menikmatinya. Selalu menyenangkan melihat bagaimana mereka menjalaninya. Karakter yang lucu dan sifat-sifatnya, menjadikan anime tersebut lucu sekaligus menyenangkan.

===========

Wawancara dengan grup musik bless4 ini sangat menyenangkan, terlihat sebuah keakraban antar saudara yang kompak. Semoga semangat bermusik bless4 bisa menjadi inspirasi dan kekuatan baru bagi semua orang.

COMMENT