SHARE THIS ARTICLE
Khusus mahasiswa program E-Track, Tokyo International University (TIU) memberikan beasiswa berupa pengurangan biaya mata kuliah (tuition reduction) dari 30 persen sampai 100 persen. Beasiswa tersebut dapat diajukan ketika ujian masuk, dan pengumumannya dilaksanakan bersamaan dengan pengumuman kelulusan. Dok Fujistaff Indonesia
Khusus mahasiswa program E-Track, Tokyo International University (TIU) memberikan beasiswa berupa pengurangan biaya mata kuliah (tuition reduction) dari 30 persen sampai 100 persen. Beasiswa tersebut dapat diajukan ketika ujian masuk, dan pengumumannya dilaksanakan bersamaan dengan pengumuman kelulusan. Dok Fujistaff Indonesia

Tak ada kata mustahil untuk bisa kuliah dan menjadi mahasiswa internasional di luar negeri, apalagi jika halangan itu adalah soal biaya. Lewat program “E-Track” di Tokyo International University (TIU), Tokyo, Jepang, misalnya.

Khusus mahasiswa program E-Track, Tokyo International University (TIU) memberikan beasiswa berupa pengurangan biaya mata kuliah (tuition reduction) dari 30 persen sampai 100 persen. Beasiswa tersebut dapat diajukan ketika ujian masuk, dan pengumumannya dilaksanakan bersamaan dengan pengumuman kelulusan.

“Beasiswa yang diterima berlaku selama empat tahun sepanjang si mahasiswa bisa mempertahankan prestasinya,” ujar Akitoshi Miyashita, profesor bidang politik internasional Tokyo International University (TIU), kepada KOMPAS.com, Jumat (16/1/2015) lalu.

Didirikan pada 1965, saat ini TIU memiliki lima fakultas S-1 dan empat fakultas untuk S-2. Lewat penerapan Kurikulum Program “E-Track”, TIU tengah mendorong 6.000 mahasiswanya, termasuk 700 mahasiswa asing yang berasal lebih dari 30 negara, untuk masuk ke kancah global. E-Track memungkinkan mahasiswa menumbuhkan latar belakang pendidikan luas dan memperdalam pengetahuan mereka, khususnya di bidang Ekonomi Bisnis dan Hubungan Internasional.

“Apalagi E-Track juga menawarkan ukuran kelas kecil untuk menciptakan ikatan lebih kuat di antara mahasiswa dan staf pengajarnya,” ujar Miyashita.

E-Track atau English Track Program dibentuk oleh TIU pada April 2014 lalu. Program ini dibuka untuk dua jurusan, yaitu Bisnis Ekonomi dan Hubungan Internasional. Foto: M Latief/KOMPAS.com
E-Track atau English Track Program dibentuk oleh TIU pada April 2014 lalu. Program ini dibuka untuk dua jurusan, yaitu Bisnis Ekonomi dan Hubungan Internasional. Foto: M Latief/KOMPAS.com

Dua bahasa

E-Track atau English Track Program dibentuk oleh TIU pada April 2014 lalu. Program ini dibuka untuk dua jurusan, yaitu Bisnis Ekonomi dan Hubungan Internasional.

“Semua mata kuliah dalam program ini dapat diambil dengan bahasa Inggris. Tapi, meskipun belajar dengan bahasa Inggris, program ini juga akan mengajarkan bahasa Jepang, studi tentang Jepang, dan sebagainya sehingga mahasiswa dapat mempelajari berbagai macam hal di sini,” kata Miyashita.

Tak hanya bahasa Inggris. Dalam program E-Track para mahasiswa juga sangat dianjurkan mempelajari bahasa Jepang.

Bahasa Jepang mutlak diperlukan mahasiswa untuk menjalani kehidupan sehari-harinya dengan nyaman di Negara Sakura itu. Setelah masuk TIU, pihak universitas menyediakan kurikulum khusus untuk pembelajaran bahasa Jepang.

“Ini perlu agar mahasiswa dapat berbahasa Jepang dalam waktu singkat. Dengan meningkatkan pengetahuan bahasa Jepang itu, mahasiswa bisa memanfaatkan kemampuannya untuk bekerja di perusahaan Jepang atau instansi-instansi global ke depannya,” ujarnya.

Miyashita mengaku bahwa universitas-universitas di Jepang kini semakin terbuka dengan dunia luar. Dia tak memungkiri, kekuatan Asia Tenggara, khususnya ASEAN Community, menjadi potensi yang dibidik untuk menarik banyak pelajar ke kampus tersebut.

Bahasa Jepang mutlak diperlukan mahasiswa untuk menjalani kehidupan sehari-harinya dengan nyaman di Negara Sakura itu. Setelah masuk TIU, pihak universitas menyediakan kurikulum khusus untuk pembelajaran bahasa Jepang. Foto: M Latief/KOMPAS.com
Bahasa Jepang mutlak diperlukan mahasiswa untuk menjalani kehidupan sehari-harinya dengan nyaman di Negara Sakura itu. Setelah masuk TIU, pihak universitas menyediakan kurikulum khusus untuk pembelajaran bahasa Jepang. Foto: M Latief/KOMPAS.com

Dia menambahkan, bahwa sistem akademik dalam program ini adalah sistem semester. Satu semester biasanya terdiri dari lima belas minggu.

Calon mahasiswa bisa masuk kuliah pada semester musim semi yang dimulai dari April atau semester musim gugur mulai September. Selain itu, ada juga program 5 tahun untuk mendapat gelar S-1 dan S-2.

Adapun periode pendaftaran ujian masuk program E-Track musim semi 2015 dibuka pada Jumat, 6 Februari 2015, hingga Jumat, 20 Februari 2015, mendatang. Bagi yang tertarik meraih beasiswa, ada baiknya sebelum melakukan proses pendaftaran membaca panduan pendaftaran (application guideline). Ini penting agar tak ada kesalahan dan membuang waktu.

Pendaftaran online bisa dilakukan melalui https://tiu.applyjapan.com/.
Khusus application guideline-nya bisa diunduh di http://www.tiu.ac.jp/english/etrack/asset/docs/application_guideline_2015.pdf.
Untuk pamfletnya dapat diunduh http://www.tiu.ac.jp/english/etrack/asset/docs/etrack_school_Brochure.pdf.

Tak hanya secara online. Untuk konsultasi, Anda bisa berhubungan langsung dengan PIC TIU di Jakarta (Fuji Staff) dengan bahasa Indonesia melalui telepon 021-252-3716 atau email: [email protected]. Anda juga bisa secara langsung berkomunikasi dengan Tokyo Office menggunakan bahasa Inggris atau Jepang di +81-3-3362-9644 dan email: [email protected].

Source : edukasi.kompas
COMMENT