SHARE THIS ARTICLE

Keamanan di sekitar AKB48 sedang ditingkatkan menyusul serangan terhadap dua member-nya di sebuah acara jabat tangan, kata manajemen idol group populer yang terdiri dari para gadis tersebut.

AKB48memberattack
Member dari idol group populer AKB48, Rina Kawaei (kiri) dan Anna Iriyama meninggalkan rumah sakit di Morioka, Prefektur Iwate, pada tanggal 26 Mei setelah mereka dirawat karena luka-luka yang mereka derita dalam serangan oleh penyerang sehari sebelumnya. (Yusuke Hoshino)

Tapi para penggemar dan para ahli mengatakan keamanan yang diperketat bisa membahayakan daya tarik dari grup tersebut, yang telah memasarkan diri sebagai “idol yang dapat Anda temui langsung,” serta dari berbagai idol group lain yang serupa.

Kami akan menciptakan lingkungan yang tidak akan memungkinkan terulangnya kejadian serupa,” ujar Tomonobu Togasaki, kepala pusat pelanggan AKB48, pada tanggal 26 Mei.

King Record Co., yang menyelenggarakan acara jabat tangan untuk grup tersebut, mengumumkan pada hari yang sama penundaan yang dijadwalkan untuk Nagoya Dome pada tanggal 31 Mei dan kompleks konvensi Makuhari Messe di Chiba pada tanggal 1 Juni.

Di Tokyo, Departemen Kepolisian Metropolitan meminta AKS Co., yang mengelola idol group tersebut, untuk meningkatkan keamanan di AKB48 Theater di distrik Akihabara di ibukota Jepang di mana grup itu menggelar pertunjukannya setiap hari.

Di antara langkah-langkah yang diusulkan adalah mengosongkan barisan depan untuk mencegah pelaku potensial agar tidak memanjat ke panggung, sambil menempatkan lebih banyak penjaga di dalam teater, memperkenalkan detektor logam, dan membatalkan tos (high five) antara para member grup dan para penggemar setelah pertunjukan.

Sebuah penampilan yang dijadwalkan tanggal 26 Mei di AKB Theater telah dibatalkan. Teater akan ditutup hingga tanggal 31 Mei.

AKB48memberattack2
Sebuah papan elektronik menuliskan pesan semoga cepat sembuh untuk member dari AKB48 yang terluka di AKB48 Cafe & Shop, sebuah toko yang menjual barang-barang terkait grup tersebut di distrik Akihabara, Tokyo tanggal 26 Mei. (Masaru Komiyaji)

Selama acara jabat tangan tanggal 25 Mei di Morioka, Prefektur Iwate, dua anggota AKB48 – Rina Kawaei dan Anna Iriyama – terluka setelah mereka diserang oleh seorang pria yang membawa gergaji lipat. Penyerang, yang berusia 24 tahun dan pengangguran, menyembunyikan senjata itu di tasnya. Para gadis, yang masing-masing berusia 19 dan 18 tahun, dibebaskan dari rumah sakit tanggal 26 Mei setelah mengalami luka dan patah jari.

Sejak insiden itu, Up-Front Promotion Co., yang mengelola berbagai idol group seperti Morning Musume’14, menimbang apakah acara jabat tangan untuk grup tersebut harus dilanjutkan.

Up-Front Promotion mengatakan mereka menyadari bahwa banyak penggemar yang menantikan peristiwa tersebut, yang diadakan untuk mempromosikan CD baru.

Kami sangat menghargai kesempatan di mana para member grup dan para penggemar dapat membentuk rasa persamaan, tapi kami akan dipaksa untuk memperketat keamanan,” kata seorang pejabat perusahaan tersebut. “Ini adalah pertanyaan yang sulit.”

AKB48 telah secara rutin menyelenggarakan acara-acara seperti ini sebagai bagian penting dari layanan penggemar sejak grup itu dibentuk pada tahun 2005.

Para penggemar dapat berpartisipasi dalam acara jabat tangan manapun yang mereka suka jika mereka membeli CD single baru yang berisi tiket untuk acara jabat tangan. Mereka bisa berbincang-bincang dengan member favorit mereka saat berjabat tangan selama beberapa detik.

Para member yang akan tampil di acara itu ditentukan di tempat tersebut.

Tsunehiro Uno, seorang kritikus yang akrab dengan budaya idola Jepang, mengatakan berbagai acara penggemar oleh AKB48 dan idol group populer lainnya menciptakan budaya hiburan yang interaktif, sesuatu yang para penggemar tidak bisa harapkan di masa lalu.

Uno sepakat tentang perlunya untuk mengkaji secara menyeluruh langkah-langkah keamanan yang diambil di acara-acara penggemar setelah serangan tersebut, namun mengatakan berbagai acara itu harus terus berlanjut dalam jangka panjang.

Interaksi dengan para penggemar adalah bagian pusat dari budaya idola pada masa kini,” kata Uno.

Seorang penggemar berumur 43 tahun dari AKB48 mengunjungi sebuah toko yang menjual barang-barang terkait grup itu di distrik Akihabara, Tokyo mengatakan acara jabat tangan adalah bagian penting dari daya tarik grup tersebut.

Sungguh menakjubkan bahwa seorang idol mengetahui bahwa aku ini ada,” kata pria asal Chuo Ward di Tokyo, yang telah membeli lebih dari 100 CD single dalam satu waktu untuk mengamankan waktu untuk berbincang-bincang dengan idolanya tentang ketertarikannya terhadapnya. “Jika rasa aksesibilitas hilang, saya mungkin berhenti menjadi penggemar.”

Source : ajw.asahi.com
COMMENT