Share on

Walikota Shibuya Ken Hasebe mengungkapkan ketertarikannya pada anime yang akan tayang pada Januari 2019 mendatang, revisions. Pada acara Shibuya Disster prevention Fes 2018 yang diadakan di Yoyogi Park pada 1 September lalu, ia berdiri di panggung untuk berbicara dengan seiyuu Mikako Komatsu mengenai cara pandang unik yang diusug anime tersebut mengenai bagaimana sebuah kota menanggulangi bencana alam.

Advertise With Us

Komatsu, yang memerankan tokoh Milo dalam anime tersebut juga menjelaskan sebagian premis kisah yang terjadi dalam anime tersebut, yang berlatarkan Shibuya yang terlempar ke dunia 300 tahun yang akan datang. Di sana, penduduk Shibuya menemukan makhluk yang memusuhi mereka, ”revisions”, yang mengontrol monster mekanis raksasa. Milo adalah seorang gadis misterius dari masa depan yang membantu para penduduk Shibuya untuk melindungi kota mereka. Pada event tersebut juga, Komatsu mengungkapkan bahwa Milo adalah seorang virtual YouTuber.

Hasebe menegaskan bahwa hal yang menarik mengenai anime tersebut, adalah bagaimana anime tersebut menggambarkan Shibuya seperti adanya di masa kini, juga di masa depan. Ia berharap bahwa hal ini akan membantu orang-orang untuk melihat Shibuya dengan sudut pandang yang baru.

Terungkap juga bahwa dalam anime tersebut, seorang tokoh bernama Seiichiro Muta merupakan walikota Shibuya, yang menurut Komatsu akan memegang peranan penting bagi cerita dalam anime tersebut. Hasebe sendiri menyatakan bahwa ia telah meminta kepada para staf anime tersebut untuk tidak membuat karakter tersebut menjadi orang jahat, namun para staf anime tersebut tidak memberi jawaban yang jelas kepadanya.

Karena tidak banyak elemen anime ini yang dapat didiskusikan di panggung tersebut, pembicaraan kemudian mengarah ke daya tarik fiksi bencana pada uumnya. Hasebe menyatakan bahwa menyaksikan simulasi terjadinya sebuah skenario bencana dapat membantu untuk menghargai keadaan kota Shibuya saat ini. Hasebe juga mengungkapkan harapannya bahwa ”Penggambaran Shbuya ini akan jadi sesuatu yang dapat dibanggakan oleh penduduk setempat”.

(Featured image: qoo-app)