Share on

Apa jadinya kalau dua franchise dengan fandom besar, timur dan barat, Pokemon dan Looney Tunes bersatu? Animator dan komposer Jepang kini menyalurkan tradisi slapstick Amerika ke dalam dunia anime dalam bentuk Poketoon.

Dengan petualangan terus-menerus selama bertahun-tahun, kadang kita mungkin merasa anime Pokemon sudah ada sejak lama. Padahal anime ini sendiri baru hadir musim semi tahun 1997. Ini membuat jarak usia tim Pokemon melampaui beberapa generasi dari para animator yang menciptakan Looney Tunes dan entri lainnya di era emas slapstick animasi Amerika dari tahun 1940-an hingga 1950-an. Tetapi bagaimana jika Pokemon ada di masa itu?

Mungkin Pokemon ala Looney Tunes atau Poketoon akan terlihat seperti ini.

Dibintangi dua karakter Pokemon, Scraggy dan Mimikyu (atau Zuruggu dan Mimikkyu, untuk nama Jepang mereka), Chase the Beans adalah film pendek baru yang diproduksi oleh Yoshiyuki Koie, yang juga menjabat sebagai produser untuk serial animasi net Pokemon: Twilight Wings. Dijuluki Poketoon, video bebas-dialog ini mengambil inspirasi yang jelas dari Looney Tunes klasik dan film pada zamannya. Dari animasi yang halus dan terlihat seperti berputar, karakter yang bisa meregang dan menjadi gepeng, bahkan latar belakang dibuat dengan desain warna yang berbeda dari apa yang digunakan untuk karakter dan latar depan. Benar-benar khas animasi tahun 50-an.

Zuruggu dan Mimikkyu (soranews24.com)
Zuruggu dan Mimikkyu (soranews24.com)

Seperti disinggung dalam judul, video Poketoon dibuka dengan Scraggy yang lapar mengikuti jejak kacang berbentuk hati yang telah dijatuhkan di hutan. Ini membawanya ke sebuah stasiun kereta, di mana adegan slapstick dimulai. Di atas kereta, Scraggy mengalami masalah yang berimbas satu demi satu sebelum ia bertemu lawan mainnya, Mimikyu yang misterius.

Chase the Beans (soranews24.com)
Chase the Beans (soranews24.com)

Namun, beberapa misteri sebaiknya dibiarkan tidak terpecahkan, itu yang Scraggy pelajari ketika dia mencoba menemukan apa yang ada di bawah "pakaian" Mimikyu, dan dalam prosesnya mengetahui apa itu arti teror yang sebenarnya.

Poketoon dengan komedi slapstick Amerika (soranews24.com)
Poketoon dengan komedi slapstick Amerika (soranews24.com)

Chase the Beans tidak hanya terlihat seperti animasi produksi Amerika dari 70 tahun yang lalu, tapi juga terdengar seperti itu juga dengan soundtrack orkestra jazzy mengiringi tayangan anime. Seluruh staf yang dikreditkan adalah orang Jepang, termasuk animator franchise anime Pokemon veteran Ryosuke Sembo, Shinichi Suzuki, dan Shuya Yoshisato.

Poketoon - Chase the Beans (soranews24.com)
Poketoon - Chase the Beans (soranews24.com)

Video Poketoon ini diposting bukan ke saluran YouTube Pokemon utama, melainkan ke saluran TV Pokemon Kids, yang berfokus pada konten untuk pemirsa muda. Ini mungkin menjelaskan kurangnya dialog, tetapi ketergantungan pada visual dan musik juga membuat Chase the Beans menjadi sesuatu yang dapat dinikmati orang-orang dari mana saja di dunia, dan dengan gambar video yang begitu banyak terinspirasi dari animasi Warner Bros, mungkin suatu hari kita akan saya akan melihat versi Poketoon dari film Detective Pikachu yang didistribusikan Warner Bros.