SHARE THIS ARTICLE

Jepang punya menara tertinggi yang bernama Tokyo Skytree. Tidak cuma bisa melihat Tokyo dari ketinggian saja, tapi di sana juga ada planetarium, sekaligus mengintip bintang. Asyik!

tokyo sky tree tower (1)
Tokyo Skytree (Tyo/detikTravel)

Menjelang malam di Akihabara, saat melangkah kaki untuk penutup dari serangkaian jalan-jalan keliling Tokyo. Kali ini tujuannya ada di ujung Tokyo, yakni ke Asakusa dan Tokyo Skytree.

Perjalanan dari Stasiun Akihabara bisa menumpang JR Line kembali menuju Shimbasi. Setelah itu berganti menggunakan Toei Asakusa Line, kereta bawah tanah yang membawa Anda ke ujung stasiun.

Di Toei Asakusa Line, belilah tiket menuju Oshiage yang jaraknya memang agak jauh, sekitar 15 menit. Jumlah tiket yang harus dibayarkan sekitar 220 yen atau sekitar Rp 24 ribu sekali jalan.

Sejatinya, sebelum sampai di stasiun Oshiage, ada stasiun Asakusa yang tak jauh dari sana terdapat Asakusa Kannon Temple. Kuil yang legendaris di mana pengunjung bisa menikmati keindahan arsitekturnya.

Bila tak sempat, bisa saja terus ke Oshiage dan langsung menuju atas. Karena di sinilah tempat landmark baru bagi Tokyo Skytree dibangun. Menara tertinggi di Jepang ini memang memiliki tinggi 634 meter.

tokyo sky tree tower (2)
Bagian bawah menara tertinggi di Jepang (Tyo/detikTravel)
tokyo sky tree tower (3)
Banyak yang bisa dilihat di sini (Tyo/detikTravel)

Di atas Tokyo Skytree ada beragam macam hiburan yang bisa dinikmati. Sebut saja beberapa di antaranya adalah observation deck. Dengan harga tiket 2.000 yen atau Rp 210 ribu penggunjung dapat menikmati keindahan Kota Tokyo bermandikan cahaya di malam hari.

Bila belum puas masih di lantai yang sama terdapat Sumida, akurium yang terletak di menara tertinggi di dunia itu. Ada juga planetarium yang menggabungkan teknologi tercanggih Jepang untuk bisa menikmati sistem tata surya.

tokyo sky tree tower (4)
Tokyo Skytree dari jauh (Tyo/detikTravel)

Memang, menikmati wahana di Tokyo Skytree sangat pas bila di malam hari. Tapi Anda juga jangan kecewa, bila pusat hiburan ini tutup pada jam 6 sore dari seharusnya jam 9 malam. Sebab, cuaca angin kencang menjadi penyebab yang tak bisa diprediksi mengapa Tokyo Skytree ditutup lebih awal.

Bila itu terjadi, jangan kecewa. Karena sepanjang lantai di kawasan Tokyo Skytree tersediaa beragam restoran yang khas dari Jepang. Ada juga restoran yang menawarkan menu ala barat, sambil menikmati keindahan Tokyo Skytree.

Source : travel.detik.com
COMMENT