Share on

Biaya kuliah di Jepang tentu saja dikenal cukup menguras dompet. Bukan hanya itu, mahasiswa kebanyakan berumur dewasa awal bagi program sarjana. Namun kebijakan unik telah ditetapkan di sebuah Universitas Swasta di Kyoto.

Advertise With Us

Hanazono University di Kota Kyoto merupakan sekolah sederhana yang menawarkan berbagai kuliah dalam bidang humaniora. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mereka telah berjuang untuk mendapatkan lebih dari sepuluh orang yang mengikuti ujian masuk universitas mereka. Mereka berada di dalam ambang kepunahan, dimana sekolah tersebut terancam bubar.

Oleh karena itu, Hanazono telah mengambil inisiatif untuk membuat "Beasiswa 100 Tahun Belajar" yang bertujuan untuk merayu generasi 50 tahun keatas untuk mengisi kesenjangan yang ditinggalkan oleh jumlah mahasiswa muda yang menyusut.

Universitas di Kyoto Gratiskan Biaya Kuliah Bagi Mahasiswa Berumur 100 Tahun
(image: Wikipedia)

Hanazono University percaya bahwa berdasarkan ilmu psikologi, semua orang tidak pernah terlalu tua untuk mendapatkan gelar sarjana.

Cara kerja beasiswanya sederhana. Biaya kuliah akan dipotong sesuai dengan umur mahasiswa. Misalnya, program sarjana empat tahun di bidang sastra memerlukan 3.184.000 yen untuk siswa reguler, namun apabila kalian berusia 62 tahun kalian hanya perlu membayar 1.273.600 yen. Jumlah tersebut merupakan hasil pengurangan sekitar 60 persen yang sesuai dengan dekade umur kita.

Demikian juga, orang-orang di usia 50-an akan mendapatkan 50 persen, 70-an mendapat 70 persen, dan seterusnya. Pada akhirnya, siapa pun yang berusia di atas 100 akan benar-benar bebas dari biaya kuliah. Sayangnya, beasiswa ini tidak tersedia untuk program pascasarjana.

Rencananya Program Beasiswa 100 Tahun Belajar akan dimulai sejak kelas musim semi tahun 2019 mendatang.  Sayangnya menarik orang-orang yang berusia di atas 50 tahun untuk belajar humaniora atau sejarah masih terdengar sulit. Hanya sekolah-sekolah yang dapat beradaptasi dengan waktu yang dapat bertahan.

(featured image: Hanazono University)