Berita Jepang | Japanesestation.com

Sebuah museum yang memamerkan pedang milik para komandan militer busho dan benda-benda lain dari masa lalu abad pertengahan Jepang dibuka di Nagoya pada tanggal 1 Mei.

Museum yang bernama Nagoya Sword Museum Nagoya Touken World di Distrik Naka, Nagoya ini dibuka sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah pecinta pedang muda yang dipicu oleh game online Touken Ranbu. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung asing, museum ini dapat menjadi tempat wisata baru bagi wilayah Tokai di Jepang tengah.

Set baju besi dan helm terlihat di lantai pameran Museum Pedang Nagoya yang baru
Set baju besi dan helm terlihat di lantai pameran Museum Pedang Nagoya yang baru, Nagoya Touken World (Visit Aichi)

Didirikan oleh perusahaan real estate yang berbasis di Nagoya, Token Corp. sebagai bagian dari kegiatan kontribusi sosialnya, museum ini menampilkan pedang-pedang dari masa peperangan atau Sengoku di Jepang pada abad ke-15 dan ke-16.

Pedang pendek mei Rai Kunimitsu, harta karun nasional yang diperkirakan dipersembahkan oleh Toyotomi Hideyori dan dijaga oleh adik laki-laki Oda Nobunaga, Nagamasu, atau Urakusai, dipamerkan dalam sebuah pameran khusus untuk memperingati pembukaan museum. Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 28 Juli.

Museum ini menyimpan sekitar 550 pedang, termasuk harta karun nasional dan properti budaya pentingr. Dari jumlah tersebut, terdapat 200 pedang, 50 set baju besi dan helm, 250 senapan dan senjata api gaya Barat kuno serta sejumlah lukisan ukiyoe dipamerkan secara permanen. Selain pameran, ada juga fasilitas termasuk ruang belajar, kafe dan taman.

Ada juga area di mana pengunjung dapat merasakan beratnya pedang atau mengambil foto sambil mengenakan helm atau pakaian luar tradisional jinbaori. Kurator museum Ayako Shimazaki mengatakan, "Kami telah menyiapkan berbagai hal yang dapat dinikmati oleh para pemula dan juga penggemar, jadi kami harap Anda akan menemukan sesuatu yang menarik bagi Anda."