Berita Jepang | Japanesestation.com

Di tengah-tengah Prefektur Shiga, Jepang, terdapat sebuah desa yang dihiasi dengan makhluk unik, dikenal sebagai tanuki. Dengan perut bundar yang menggemaskan dan senyuman nakal, figur keramik di desa Shigaraki ini telah merebut hati penduduk lokal maupun pengunjung, menjadi lambang dari budaya dan folklore Jepang.

Berasal dari kerajinan tradisional keramik Shigaraki, figur tanuki telah melampaui awalnya yang sederhana untuk menjadi simbol keberuntungan dan keberuntungan. Namun, apa sebenarnya tanuki, dan mengapa makhluk yang menawan ini begitu dicintai?

Tanuki, yang juga dikenal sebagai anjing musang merupakan mamalia kecil asli dari sebagian Asia dan Eropa. Dalam folklore Jepang, mereka digambarkan sebagai makhluk yang bermain-main dan kadang nakal, sering muncul dalam cerita dan ekspresi. Meskipun sifatnya pemalu, tanuki dihormati dalam budaya Jepang, melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan harmoni antara manusia dan alam.

Daya tarik dekorasi tanuki Shigaraki dapat ditelusuri kembali ke saat penting pada tahun 1951 ketika Kaisar Showa mengunjungi kota itu dan terpesona oleh pemandangan figur tanuki yang memenuhi jalanan, menyambutnya dengan bendera Jepang. Pertemuan ini memicu ketertarikan nasional dengan tanuki, menyebabkan popularitas mereka yang luas sebagai simbol keberuntungan.

Setiap figur tanuki dipenuhi dengan simbolisme, dengan setiap elemen membawa makna yang unik. Dari topi tradisional yang menangkal bencana hingga botol sake yang mewakili kebajikan, detail-detail rumit ini mencerminkan pentingnya budaya yang akar-akar dalam tanuki.

Para pengunjung ke Desa Tanuki Shigaraki akan disambut oleh kisah yang memikat dari figur tanuki, mulai dari ornamen mini hingga patung yang lebih besar dari kehidupan. Gerbang simbolik Desa Otorii, dihiasi dengan patung tanuki yang menjulang tinggi, menyiapkan panggung untuk perjalanan yang memikat ke dalam dunia folklore dan keramik Jepang.

Selain mengagumi kerajinan figur tanuki, pengunjung memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi seni keramik melalui pengalaman langsung. Dari kursus putar tanah liat hingga lokakarya pembuatan tanuki, peserta dapat melepaskan kreativitas mereka dan membuat kreasi tanuki unik mereka sendiri di bawah bimbingan pengrajin terampil.

Saat pengunjung menjelajahi desa, mereka juga diundang untuk menikmati Shigaraki dengan hidangan lokal yang terbuat dari bahan baku segar dan musiman. Dari set hidangan Tanuki Nabe yang menggugah selera hingga Sukiyaki yang gurih, restoran di tempat menawarkan pengalaman kuliner yang melengkapi pesona lingkungannya.

Kumpulan Kerajinan Keramik yang Menjadi Salah Satu Daya Tarik Desa Tanuki Shigaraki
Kumpulan Kerajinan Keramik yang Menjadi Salah Satu Daya Tarik Desa Tanuki Shigaraki (flickr/jpellgen (@1105_jp))

Sebelum mengucapkan selamat tinggal, pengunjung dapat menjelajahi berbagai toko suvenir yang menawarkan beragam kenang-kenangan bertema tanuki. Dari patung yang diukir dengan detail hingga celengan lucu, suvenir ini berfungsi sebagai pengingat nyata dari keajaiban dan pesona Desa Tanuki Shigaraki.