Berita Jepang | Japanesestation.com

Jika kalian memiliki rencana untuk berkunjung ke Jepang bulan ini, cobalah untuk mampir ke Tsuwano.  Terletak di wilayah barat Prefektur Shimane, kota kecil ini terkenal dengan reruntuhan kastilnya, yang dibangun pada 1295, dan diperpanjang sekitar awal periode Edo pada 1600.

Selama periode mekarnya bunga sakura, yang berlangsung dari akhir bulan Maret hingga pertengahan April, terdapat acara Yabusame Matsuri. Festival ni diadakan secara tahunan dan merupakan salah satu festival paling terkenal di Tsuwano. Festival ini adalah demonstrasi panahan tradisional yang dilakukan di sebuah jalur yang dikelilingi oleh pohon sakura.

Festival Yabusame: Tradisi Shinto Berusia Lebih dari 1000 Tahun

Ritual Shinto yang mendoakan panen baik, kedamaian dan kesehatan (Discover Shimane)
Ritual Shinto yang mendoakan panen baik, kedamaian dan kesehatan (Discover Shimane).

Yabusame adalah sejenis panahan dengan berkuda yang dilakukan di sekitar kuil dengan tiga target yang harus ditembak dari jarak tertentu. Setiap tahun, tradisi ini digelar pada hari Minggu kedua bulan April, orang banyak berkumpul di halaman Kuil Washibara Hachimangu, untuk mengambil bagian dalam Festival Yabusame. Acara utama dari festival ini adalah ritual Shinto itu sendiri. Namun terdapat juga pertunjukan Kagura (pertunjukan untuk para dewa), pelelangan para target yang sukses, serta stan-stan makanan.

Festival ini telah lama dilestarikan oleh masyarakat yang bekerja keras untuk menjaga agar ritual ini tetap hidup. Festival memanah sambil berkuda ini berusia lebih dari 1.000 tahun di Jepang dan menjadi keterampilan penting bagi para samurai dalam tindakan berdoa yang dilakukan di kuil Shinto. Ada berbagai gaya panahan berkuda di Jepang. Yabusame dilakukan untuk mendoakan panen yang baik, kedamaian dan kesehatan.

Festival yang berlangsung di Kuil Washibara Hachimangu ini menawarkan kursus yabusame yang berusia lebih dari 400 tahun. Dengan mengenakan pakaian yang ditata sesuai dengan pakaian dari periode Kamakura Jepang (1185 – 1333), para penunggang kuda berlari kencang menyusuri jalur dan menembak tiga sasaran kayu, mencoba mematahkan sasaran kayu tersebut dengan sekali tembakan anak panah. Festival biasanya terdiri dari demonstrasi pagi dan sore dengan upacara lain yang diadakan sebelumnya.

Dulu dan Sekarang

Penunggang kuda di Festival Tsuwano Yabusame (Kankou Shimane).
Penunggang kuda di Festival Tsuwano Yabusame (Kankou Shimane).

Lapangan panahan kuda di Tsuwano dibangun pada masa ketika kuda Jepang berasal dari ras yang berbeda. Kuda yang lebih kecil dengan kaki lebih pendek dari sekarang membuat perbedaan besar. Dulu, butuh waktu sekitar 28 detik bagi penunggang dan kudanya untuk berlari di jarak yang jauh dan mencapai tiga target. 

Sedangkan,Kuda yang digunakan dalam festival hari ini jauh lebih besar dan mereka membutuhkan waktu sekitar 15-16 detik, atau sekitar separuh waktu untuk menyelesaikan satu kali lari. Hal ini memberikan banyak tekanan pada pembalap, karena mereka harus dua kali lebih cepat dari samurai.

Festival yang akan diadakan pada tanggal 7 April ini dimulai sekitar pukul 10 pagi, dengan anak panah pertama ditembakkan sekitar jam 11 pagi. Ada lebih banyak panahan pada sore hari dari sekitar pukul 2 siang