SHARE THIS ARTICLE

Di tengah teriknya musim panas, kota kecil Miyakonojo di Miyazaki-ken, Jepang, kembali mengadakan festival musim panas yang ditunggu-tunggu masyarakat kota tersebut dan sekitarnya. Bonchi Matsuri ke-43 di kota ini telah sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016. Bonchi sendiri memiliki arti cekungan daratan yang dikelilingi gunung, seperti halnya wilayah Miyakonojo.

Pertunjukan musik tradisional jepang
Pertunjukan musik tradisional jepang

Tidak tanggung-tanggung, jalan negara no. 10 yang juga merupakan jalan utama kota ini pun ditutup sepanjang 5 blok untuk digunakan sebagai venue matsuri ini. Di 3 titik perempatan jalannya didirikan panggung, dan stand-stand yang berjualan pun didirikan tidak hanya di trotoar, namun juga di tengah jalan. Seluruh masyarakat Miyakonojo dan sekitarnya pun tumpah ruah di jalan untuk mengikuti festival ini.

Baton performance di panggung utama
Baton performance di panggung utama

Festival yang dimulai dari sore hari ini dimulai dengan arak-arakan dari berbagai organisasi yang ada di Miyakonojo, di mana seluruh peserta arak-arakan menarikan 2 jenis tarian tradisional, yaitu Yassabushi dan tarian Samba Yassa.

Selepas arak arakan, festival ini diisi oleh berbagai pertunjukan di titik-titik panggung yang telah disediakan, di antaranya adalah pertunjukan taiko, pertunjukan musik tradisional jepang, dan tarian yosakoi. Di panggung terbesarnya, yaitu panggung Kirishima, di samping pertunjukan tarian yosakoi dan erekkoccha dari Miyazaki, pengisi acara juga mengajak para pengunjung untuk menari bersama mereka.

Pertunjukan Taiko di salah satu ruas jalan
Pertunjukan Taiko di salah satu ruas jalan
Pengisi acara tarian yosakoi
Pengisi acara tarian yosakoi
Pengisi acara tarian Erekkocha dari Miyazaki
Pengisi acara tarian Erekkocha dari Miyazaki
Pengunjung dan pengisi acara menari bersama
Pengunjung dan pengisi acara menari bersama

Di samping menonton pertunjukan di panggung-panggung, pengunjung matsuri ini juga dapat memanjakan lidah mereka dengan banyaknya stand makanan dan minuman yang berjualan di sepanjang venue. Festival ini ditutup dengan pertunjukan kembang api pada pukul 9.30 malam, di mana setelahnya para pengunjung langsung membubarkan diri dengan tertib.

Melihat kembang api di kejauhan
Melihat kembang api di kejauhan

Hal yang mengagumkan dari festival ini adalah, meskipun diadakan di jalan raya, namun panitia menyediakan booth khusus sebagai smoking area sehingga seluruh pengunjung dapat menikmati acara tanpa terganggu asap rokok. Bahkan selesai acara, jalan raya tersebut bebas sama sekali dari sampah. Seluruh pengunjung pun menyerahkan sampah mereka kepada petugas khusus yang telah bersedia di akhir acara. Kesadaran lingkungan seperti ini mungkin adalah hal yang patut kita jadikan teladan, di samping penghargaan orang Jepang yang sangat besar akan budaya tradisionalnya.

Smoking area yang disediakan oleh panitia acara
Smoking area yang disediakan oleh panitia acara
Mengumpulkan sampah sebelum pulang
Mengumpulkan sampah sebelum pulang

(Text by Nom de Plume, kontributor Japanese Station yang tinggal di Jepang)
[images: Bonchi Matsuri official FB page, private collection)

COMMENT