SHARE THIS ARTICLE

Populasi Jepang semakin sedikit dari tahun ke tahun. Jarang yang mau menikah apalagi punya anak. Dianggap beban bila punya anak.

ym-51

Sebuah studi dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, menunjukkan bahwa jumlah laki-laki yang belum menikah antara usia 30 tahun dan 24 tahun di Jepang telah meningkat sebesar 10 persen antara tahun 1995 dan 2010.

Studi terpisah dari dua tahun yang lalu–kali ini oleh National Institute of Population and Social–mengenai Penelitian Keamanan menunjukkan bahwa satu dari empat pria lajang di kelompok usia yang sama masih perjaka. Angka ini telah bertahan stabil selama 15 tahun terakhir sampai dengan 2012.

Majalah Playboy Mingguan Jepang edisi 7 April 2014 menyimpulkan bahwa trend pria lajang bertepatan dengan tingkat kestabilan perjakanya itu, terungkap lebih banyak orang masih memiliki keceriaan yang lebih banyak di usia 29 tahun atau lebih.

Itulah yang dijuluki dengan istilah Yaramiso–kombinasi yarazu (tidak berhubungan seks) dan misoji (orang di usia 30 tahunan). Hal ini untuk menggambarkan kondisi di mana para ahli Jepang mengatakan sulit untuk berubah.

Terus terang, sulit bagi yaramiso untuk mendapatkan pacar,” kata Rajio Furuta, seorang analis Jepang yang menggambarkan keadaan di masyarakat bagi yang mencari pasangan hidup.

Para analis juga mengungkapkan, banyak wanita dari generasi yaramiso banyak yang sudah menikah. Sedangkan masa perjodohan (omiai) saat ini menerapkan batasan umur yang cukup ketat untuk bisa menjadi peserta.

Kesempatan untuk bertemu dengan pasangan menurun tajam,” kata Furuta. Komplikasi lain adalah bahwa jenis orang ini tidak populer.

Dalam bertemu dengan wanita, lelaki yang diinginkan biasanya adalah mereka yang memahami wanita melalui pengalaman masa lalu berpacaran dengan wanita,” kata Furuta lagi.

Tentu saja, bagi sebagian pria yaramiso itu bisa menjadi masalah dalam menunggu seseorang wanita yang khusus. Tetapi cara yang mudah mengenal wanita biasanya dilakukan sederhana dengan pergi ke tempat prostitusi.

Ada tujuh karakteristik dari sindrom Yaramiso yang mungkin menarik untuk diperhatikan:

1. Orang di sekitar Anda tertawa ketika Anda berbicara tentang wanita ideal Anda.
2. Anda tidak bisa melupakan seorang wanita dari masa lalu.
3. Anda memperhatikan blog atau program radio yang memberikan pandangan positif tentang keperawanan.
4. Anda menemukan kenyamanan dalam berita di Soshoku Danshi atau grasseaters atau laki-laki herbivora.
5. Ketika Anda melihat seorang wanita, maka Anda berpikir bahwa dia melihat melalui Anda.
6. Tidak ada wanita lajang di tempat kerja Anda.
7. Anda puas menjadi lajang.

Setiap tahun kemungkinan bahwa seorang pria yaramiso akan kehilangan keperjakaannya terus menurun,” demikian ditulis Playboy yang menyarankan kepada pembacanya agar “menyeranglah segera mumpung besi masih panas!“.

Source : tribunnews.com
COMMENT