SHARE THIS ARTICLE

Kota Nara dekat Osaka–hanya 50 menit berkereta api–memang terkenal sebagai tempat pariwisata dan binatang menjangan atau rusanya yang banyak di sana. Kini promosi bukan kepada turis asing saja, tetapi kepada turis Indonesia, khususnya dan umumnya buat turis muslim agar beramai-ramai datang ke Nara Jepang.

20140613_105643_buku-panduan-indonesia-untuk-berkunjung-ke-nara-jepang

Itulah sebabnya Nara membuat buku panduan bagi turis Indonesia dalam bahasa Indonesia berjudul “Jepang, Ayo Jalan-jalan ke Nara” karya asli Yuichiro Morikawa. Buku ini diterjemahkan oleh Ami A Mutia (50), pengajar tidak tetap (paruh waktu) Fakultas Studi Internasional Universitas Tenri yang juga mengajarkan bahasa Indonesia kepada 7 warga Jepang pria dan wanita usia 20 tahun sampai dengan 74 tahun.

Buku panduan setebal 25 halaman ukuran A4 itu memperkenalkan atraksi kota kuno, Nara, serta berbagai obyek yang sesuai dengan budaya muslim, termasuk berbagai makanan halal yang bisa diperoleh di sana. Tak ketinggalan transportasi di Nara.

Mitologi sejarah rakyat, serta berbagai candi dan kuil, diperkenalkan pula seperti Kasuga Taisha Shrine dan Todaiji Temple,” ungkap Nakajima Akihiko (67) pemimpin kelompok promosi Nara tersebut.

Foto-foto yang cantik karya Minoru Yasuhara (69) warga Yamato Koriyama juga ikut memperindah buku panduan tersebut. Termasuk foto-foto rusa yang banyak di bawah pohon rindang di Nara yang cukup terkenal. Makanan apa yang dilarang kaum muslim karena mengandung babi juga dicantumkan, seperti tonkatsu dan ramen.

Buku ini diselesaikan untuk memenuhi kepentingan memperkenalkan sejarah dan budaya Nara. Dengan keberadaan buku ini pertama kali, kita dapat menikmati perjalanan Nara dengan lebih baik lagi,” kata Yomiuri Mutia kepada wartawan.

Wisatawan yang berkunjung ke Jepang dari Asia Tenggara telah meningkat pesat akhir-akhir ini karena harga tiket pesawat terbang yang semakin murah serta adanya yendaka atau nilai yen yang semakin lemah.

Wisatawan Indonesia telah meningkat 34,8 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 136 797 orang. Lalu jumlahnya mencapai 13.600 orang pada bulan Januari dan Februari, meningkat 17,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah orang yang mengunjungi prefektur Nara juga meningkat pula walaupun tak ada data konkrit mengenai hal ini,” tulis Yomiuri.

Buku panduan daerah dan telah dibagikan pula ke bisnis perhotelan, sangat penting dalam meningkatkan kepuasan wisatawan. Bahkan dengan buku khusus ini diharapkan dapat semakin memuaskan para turis yang datang dari Indonesia khususnya, ungkap Nakajima khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (13/6/2014) siang.

Source : tribunnews.com
COMMENT