SHARE THIS ARTICLE

Japanese 10,000 yen bank notes and coins are displayed March 3, 2006. The yen fell on Friday after J..

Status mata uang Jepang, yen, sebagai safe haven tampaknya tak bertahan lama. Kebutuhan ekspor membuat negara ini harus menekan nilai mata uangnya.

Dengan kondisi current account Jepang sekarang ini, status yen sebagai safe haven menjadi dipertanyakan,” jelas analis valas di BK Asset Management Boris Schlossberg, dilansir dari CNBC, Jumat (25/4/2014).

Jika saja negara tersebut memiliki current account yang surplus, bisa saja status safe haven masih disandang yen. Hanya saja, sayangnya nilai ekspor negara ini lebih kecil dari impor.

Jepang mencatatkan defisit neraca perdagangan akibat meningkatnya biata untuk impor energi, seiring dengan shutdown sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir.

Per Maret lalu, impor Jepang melesat sampai 18,1 persen. Sementara ekspornya cuma naik 1,8 persen.

Tahun lalu, nilai yen sendiri tercatat melemah 21 persen atas dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan program Abenomic, program reformasi yang dijalankan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.

Source : economy.okezone.com
COMMENT