SHARE THIS ARTICLE

Chagu Chagu Umakko Horse Festival adalah festival yang pertama kali diselenggarakan sekitar 200 tahun yang lalu sebagai hadiah untuk kuda-kuda yang telah bekerja keras saat penanaman padi. Menanam padi merupakan tugas yang melelahkan bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi kuda. Festival yang akan berlangsung tanggal 13 Juni ini merupakan bagian dari festival yang merayakan selesainya penanaman padi.

Kuda-kuda yang dilengkapi dengan pakaian berwarna cerah dan banyak lonceng, berparade selama Chagu Chagu Umakko Horse Festival di Prefektur Iwate, foto ini diambil pada tanggal 12 Juni 2009. (Courtesy of Iwate Prefecture / Japan National Tourism Organization)
Kuda-kuda yang dilengkapi dengan pakaian berwarna cerah dan banyak lonceng, berparade selama Chagu Chagu Umakko Horse Festival di Prefektur Iwate, foto ini diambil pada tanggal 12 Juni 2009. (Courtesy of Iwate Prefecture / Japan National Tourism Organization)

Seperti dikutip dari the-japan-news.com, sekitar 100 kuda berparade menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari Takizawa ke Morioka yang keduanya terletak di Prefektur Iwate. Kuda-kuda itu dilengkapi dengan pakaian berwarna cerah dan banyak lonceng. Kata “Chagu Chagu” merupakan kata ekspresi onomatopea yang menunjukkan suara dari lonceng yang terdengar saat kuda berlari. Prefektur Iwate sendiri telah dikenal sebagai distrik peternakan kuda sejak zaman kuno. Banyak orang di sana yang sangat menghargai kuda sehingga masih ada kebiasaan hidup bersama-sama dengan kuda di satu rumah.

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang telah memilih suara yang sederhana namun menyenangkan ini sebagai salah satu dari “100 suara terbaik dari Jepang yang akan dipertahankan di masa depan.” Awalnya aksesoris lonceng berbentuk seperti donat tersebut, yang tergantung di bawah leher kuda dan mengeluarkan suara yang menyenangkan, dibuat untuk menangkal serigala.

Kuda-kuda tersebut berangkat pada pukul 9:30 pagi di hari festival dari kuil Sozen Jinja, kuil yang didedikasikan untuk dewa kuda, di Takizawa. Kuda-kuda itu lalu tiba di kuil Morioka Hachimangu yang terletak di Morioka sekitar pukul 2 siang setelah melintas di depan JR Morioka Station. Selain menonton kuda-kuda itu berlari melewati jalanan kota modern, jika kalian ingin menikmati suasana yang sangat tradisional, maka kalian bisa pergi ke Takizawa, yang merupakan tempat yang indah di kaki Gunung Iwate.

(Informasi dari website Japan National Tourism Organization: http://www.jnto.go.jp/)

Source : the-japan-news.com
COMMENT