SHARE THIS ARTICLE

Kyaraben alias character bento, merupakan bento yang dibuat dengan meniru bentuk karakter tertentu. Membuat kyaraben pastinya membutuhkan waktu yang tak sedikit, ditambah dengan keterampilan dan ketelitian untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang sesuai dengan yang diinginkan. Jika kalian ingin melihat beberapa contoh kyaraben, kalian bisa melihat contoh kyaraben yang paling realistik dan juga kyaraben Sailor Moon.

Memiliki bekal kyaraben mungkin menjadi impian banyak anak sekolah di Jepang. Sayangnya, kini beberapa sekolah dan juga tempat penitipan anak mulai melarang murid-muridnya membawa kyaraben ke sekolah. Aturan itu jelas membuat banyak pihak merasa kaget dan bertanya-tanya. Namun tentu saja larangan tersebut tak muncul begitu saja. Berikut ini beberapa alasan yang bisa dikumpulkan mengapa kyaraben dilarang di sekolah dan tempat penitipan anak.

1. Kyaraben dapat memancing tindakan bullying.

Sudah bukan rahasia lagi jika banyak orang tua (khususnya para ibu) memiliki modus lain dalam membuat kyaraben diluar keinginan untuk membuat bekal makan siang. Tak sedikit para ibu yang berlomba-lomba menampilkan keahliannya dalam membuat kyaraben, yang akhirnya memancing persaingan antar murid. Yang kasihan adalah mereka yang membawa bekal bento biasa, maupun kyaraben yang kurang berhasil (karena selalu saja ada yang gagal saat membuat kyaraben), yang akhirnya berujung pada sindiran dan menjurus pada bullying.

Kyaraben dianggap kurang higienis karena terlalu sering dipegang oleh tangan
Kyaraben keren seperti ini pasti mengundang iri murid-murid lain di sekolah

2. Kyaraben dianggap tidak higienis

Membuat aneka karakter bento tentunya membutuhkan keahlian tersendiri dan waktu persiapan yang lama. Lamanya waktu persiapan itu dianggap dapat mengurangi nilai higienitas suatu bento, karena pembuat kyaraben bisa dipastikan harus berkali-kali memegang kyaraben untuk menghasilkan bentuk tertentu. Memang kondisi tersebut bisa diakali dengan menggunakan sarung tangan plastik, namun tetap saja isu tersebut memancing kekhawatiran para pemerhati gizi anak.

Kyaraben dianggap kurang higienis karena terlalu banyak dipegang oleh tangan
Kyaraben dianggap kurang higienis karena terlalu banyak dipegang oleh tangan

3. Kyaraben dianggap tidak memperhatikan keseimbangan gizi

Terkadang, untuk membuat bentuk tertentu, diperlukan nasi maupun lauk pauk yang melebihi porsi yang disarankan. Apalagi karena bagian terpenting dalam membentuk kyaraben adalah nasinya, sehingga terkadang anak-anak mendapat porsi nasi yang jauh lebih banyak dibanding lauknya. Akibatnya anak-anak akan mengkonsumsi karbohidrat lebih banyak dibanding yang dibutuhkan.

Porsi nasi dalam kyaraben dianggap terlalu berlebihan sehingga kurang sehat
Porsi nasi dalam kyaraben dianggap terlalu berlebihan sehingga kurang sehat

4. Kyaraben dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa dan bahan makanan

Orang Jepang dikenal sangat menghargai bahan-bahan makanan. Itulah mengapa rata-rata menu kuliner tradisional Jepang memiliki rasa yang ringan agar dapat menonjolkan rasa asli dari bahan makanan. Kyaraben dianggap dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari cita rasa makanan karena lebih memperhatikan bentuk-bentuk unik dalam bento-nya. Dikhawatirkan nantinya anak-anak jadi kurang bisa menghargai bahan-bahan alami dan lebih menyukai bahan-bahan dan bentuk artifisial.

Bentuk dan warna artifisial dikhawatirkan dapat membuat anak-anak jadi kurang menghargai bahan makanan
Bentuk dan warna artifisial dikhawatirkan dapat membuat anak-anak jadi kurang menghargai bahan makanan

Bagaimana menurut kalian, apakah alasan-alasan di atas masuk akal sehingga kyaraben layak dilarang di sekolah?

Sources :
COMMENT