SHARE THIS ARTICLE

Telah pensiun sebagai kuda pacu sebelum pernah keluar dari gerbang, seekor kuda di Jepang bernama Masai masih saja menarik banyak orang untuk datang ke klub berkuda Crane Kyoto untuk melihat kebiasaan uniknya yaitu menjulurkan lidahnya, seolah-olah seperti sedang bermain-main.

masai-sticking-tongue-horse-01

Masai menjulurkan lidahnya sebagai respon saat ia mendengar kata “Akkan-be” diucapkan. Akkan-be adalah sebuah ekspresi untuk secara main-main menunjukkan perasaan jijik atau penolakan.

Masai, lahir pada tahun 1994 di Urakawa, Hokkaido, ditetapkan untuk melakukan debutnya sebagai kuda pacu dengan nama Naritatosho di Tokyo Race Course pada bulan Oktober 1996. Sayangnya kuda ras itu tidak sampai masuk ke dalam arena pacu karena ia cedera pada saat masih berada di gerbang awal. Kecelakaan itu memaksa kuda itu harus mundur dari olahraga tersebut, dan sejak saat itu menjadi seekor kuda tunggang penghibur.

Pada tahun 2002, Masai bergabung dengan rombongan klub berkuda Kyoto. Empat tahun kemudian, anggota klub itu melihat bahwa kuda tersebut menjulurkan lidahnya saat ia diberi wortel sebagai hadiah, menurut Yuko Aoshiba, seorang pejabat klub.

Berita mengenai kuda yang senang bermain itu cepat menyebar, dan membuatnya semakin populer hingga saat ini.

Source : The Asahi Shimbun
COMMENT