SHARE THIS ARTICLE

Sexism (perbuatan atau kepercayaan yg mendiskriminasikan dan menganggap rendah gender tertentu) atau bekerja untuk menantang stereotip? Ini adalah proyek yang terikat untuk membagi.

Kita mungkin dimaafkan bila berpikir bahwa para mahasiswi di perguruan tinggi ternama Jepang, Universitas Tokyo, dapat disebut cerdas, atau bahkan kutu buku. Namun, itu tidak perlu menjadi hal yang buruk, bukan? Juga tidak menghalangi menjadi orang baik atau memiliki keglamoran.

Para mahasiswa di Universitas Tokyo sendiri tampaknya khawatir tentang hal ini. Begitu khawatir tampaknya, sehingga mereka telah membujuk sekelompok perempuan pendaftar di perguruan tinggi itu untuk berpose untuk foto-foto dalam photo book dari suatu klub di kampus tersebut.

Universitas Tokyo merilis ensiklopedia buku para mahasiswi cantik (1)Asahi Shimbun melaporkan, Todai Bijo Zukan (University of Tokyo Beauties Encyclopedia) pertama mulai dijual Mei lalu di sebuah acara kampus dan telah terjual habis. Buku tersebut disusul oleh volume yang lain, yang meningkatkan oplahnya dari 300 hingga 1.000. Sebuah volume ketiga dijadwalkan akan rilis Mei ini, sebuah edisi emas dengan foto-foto dari 50 perempuan cantik.

Seorang mahasiswi yang ditampilkan adalah Yu Yoshiuchi (22 tahun), yang mengatakan, “Pada awalnya, saya pikir itu mungkin adalah suatu proyek yang tidak sopan dari sudut pandang laki-laki. Tapi itu benar bahwa orang-orang menganggap para mahasiswi di perguruan tinggi swasta terlihat lebih ceria, jadi saya pikir akan lebih bagus jika kita bisa mengubah kesan itu.”

Universitas Tokyo merilis ensiklopedia buku para mahasiswi cantik (2) Universitas Tokyo merilis ensiklopedia buku para mahasiswi cantik (3)Sebagian besar mahasiswa menghabiskan hari-hari kuliah mereka terobsesi dengan lawan jenis (atau jenis kelamin yang sama, jika mereka begitu ingin), tetapi keadaan ini menjadi kronis di Universitas Tokyo, di mana rasio mahasiswa-mahasiswi di sana rupanya 8 berbanding 2! Kalian bisa bertaruh bahwa para anggota klub Stems UT yang menggagas proyek ini tidak memiliki kekurangan relawan untuk membantu membimbing para perempuan subjeknya dalam melakukan wawancara dan memotret mereka.

Para anggota klub muncul dengan gagasan proyek ini karena mereka ingin “mempromosikan kenyataan bahwa kampus kami memiliki banyak wanita yang imut, meskipun banyak orang mungkin tidak berpikir kita memilikinya.”

Buku-buku ini juga berisi nilai-nilai para mahasiswi pada tes standar yang mereka ikuti untuk memasuki universitas sebagai indikator kecerdasan mereka.

Jadi apakah ini sexism? Atau hanya cara yang manis untuk mencoba mengubah sikap yang berlaku terhadap para mahasiswi pintar?

Universitas Tokyo merilis ensiklopedia buku para mahasiswi cantik (4) Universitas Tokyo merilis ensiklopedia buku para mahasiswi cantik (5)Kalian mungkin berpikir bahwa setelah seluruh kegagalan Haruko Obokata, di mana media menjadi hiruk-pikuk karena ilmuwan wanita Jepang yang cantik, bahwa lembaga-lembaga bergengsi mungkin melangkah dengan hati-hati ketika berkenaan dengan area seperti ini. Rupanya para mahasiswa tingkat terakhir tidak berpikir demikian!

Meski demikian Jangan terlalu khawatir tentang wanita-wanita ini. Seperti yang Yoshiuchi katakan, “Jika para mahasiswa berbuat terlalu jauh (di sesi fotonya), saya pastikan untuk menghentikan mereka.”

Source : japantrends.com
COMMENT